Pacitan (Antaranews Jatim) - Empat warga yang masih satu keluarga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilaporkan masih hilang tertimbun material longsor yang menimpa pemukiman di kampung mereka pada Jumat (7/12) malam, sekitar pukul 21.30 WIB.

Informasi dari sumber warga maupun Dandim Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, Sabtu pagi, upaya evakuasi sempat dilakukan, namun kondisi tanah dan material longsor yang amsih labil memaksa warga dan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri warga dan relawan untuk menghentikan pencarian sementara.

Keempat warga satu keluarga yang dilaporkan hilang adalah Mesgiman dan istrinya yang bernama Sogirah, Inem serta Bogiyem (mertua Mesgiman).

Mereka diketahui berada di dalam rumah saat tebing di belakang rumah mereka tiba-tiba ambrol dan mengubur sebagian besar banguna tempatnya tinggal.

"Tim gabungan penanggulangan bencana bersama relawan pagi tadi sudah tiba di lokasi dan mencoba memanggil para korban dari luar (rumah) namun tidak ada jawaban. Tim juga sudah mencoba masuk, tapi karena tanah masih labil dan terus bergerak, upaya evakuasi sementara dihentikan," kata Dandim Aristoteles menginformasikan.

Ia menyatakan, langkah mitigasi yang dilakukan tim penanggulangan bencana harus tetap memperhatikan keselamatan regu penyelamat.

"Ya, dihentikan untuk meminimalkan korban serta keselamatan personel di lapangan. (Nanti) akan dilanjutkan apabila kondisi sudah aman," katanya.

Selain longsor yang terjadi di Desa Sidomulyo, tepatnya di RT 002 RW 002, Dusun Jambu, banjir juga sempat melanda beberapa titik di wilayah Kebonagung dan menutup akses jalan lintas selatan (JLS)di wilayah Kebonagung.

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Pacitan juga menyebabkan bangunan rumah penduduk, fasilitas umum seperti puskesmas di Kebonagung ikut terendam banjir.
"Ya, dihentikan untuk meminimalkan korban serta keselamatan personel di lapangan. (Nanti) akan dilanjutkan apabila kondisi sudah aman," katanya. (IST)


Beruntung para pasien puskesmas secepatnya dievakuasi dengan menggunakan ambulan menuju RSUD dr Darsono Pacitan.

Ratusan warga juga telah mengungsi dengan mencari tempat aman demi mengantisipasi kejadian banjir besar sebagaimana terakhir terjadi pada akhir November 2017.

Diperkirakan pada pukul 16.20 WIB air mulai masuk ke pemukiman warga di Desa Purwoasri, Desa Kayen, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.

Luapan air bah yang memicu banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Kebonagung itu disebut warga berasal dari Sungai Jelok yang membelah wilayah tersebut.

Salah satu sisi tanggul sungai dilaporkan jebol akibat besarnya debit air yang datang, sehingga akhirnya meluber ke pemukiman warga.

Bupati Pacitan Indartato memastikan pihaknya, melalui dinas terkait akan melakukan pembenahan tanggul jebol di Sungai Jelok.

"Kami bersama jajaran OPD terkait, khususnya BPBD sudah terjun ke lokasi guna membantu proses evakuasi warga yang terisolir banjir. Nanti kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk secepatnya membenahi tanggul yang jebol dari anak Sungai Grindullu ini," kata Indartato.

Kondisi per Sabtu pagi ini, banjir di kawasan Kebonagung dikabarkan sudah mulai surut.

Di kawasan Purwoasri, Kebonagung, banjir sudah surut dan menyisakan kondisi jalan yang tertutup lumpur sepanjang 300 meter yang cukup licin dan membahayakan pengendara.(*)
Pengendara melintas di jalan JLS yang sebagian besar tertutup lumpur sisa banjir bandang di wilayah Kebonagung, Pacitan, Sabtu (8/12) (IST)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018