Jember (Antaranews Jatim) - Pesawat Garuda Indonesia rute Surabaya-Jember pulang pergi (PP) dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membatalkan penerbangan pada Kamis.
 
"Hari ini Garuda rute Surabaya-Jember atau sebaliknya tidak beroperasi karena mengalami perbaikan, sehingga tidak ada penerbangan dari Bandara Juanda ke Bandara Notohadinegoro atau sebaliknya," kata Manajer Garuda Indonesia Area Jember Heru Joko Satria di Jember.

Menurutnya, pembatalan tersebut sudah diberitahukan kepada penumpang pada Rabu (17/10) malam melalui sistem, sehingga saat ada pembatalan penerbangan, maka secara otomatis ada pemberitahuan kepada calon penumpang Garuda.

"Untuk penumpang yang masih datang ke bandara, kami fasilitasi dengan bus dan kendaraan elf untuk ke Surabaya, namun untuk mereka yang batal berangkat akan dikembalikan biaya tiketnya 100 persen," katanya.

Selain itu, lanjut dia, kompensasi yang diberikan kepada penumpang yang mengubah jadwal penerbangan Garuda juga akan difasilitasi, sehingga pihak Garuda Indonesia bertanggung jawab penuh atas pembatalan penerbangan tersebut.

"Semua kami lakukan untuk memberikan layanan terbaik kepada penumpang Garuda Indonesia dan maskapai kami mengutamakan aturan keselamatan (safety regulations). Kami mengucapkan permohonan maaf atas pembatalan penerbangan itu," tuturnya.

Heru berharap operasional pesawat Garuda Indonesia di Bandara Juanda menuju Bandara Notohadinegoro Jember (PP) dapat kembali normal pada Jumat (19/10), sehingga dapat melayani masyarakat yang menggunakan moda transportasi udara untuk rute Surabaya-Jember (PP).

Sementara salah seorang penumpang Garuda rute Surabaya-Jember, Nur Eliya Anggraini, mengaku mendapat pemberitahuan pembatalan penerbangan melalui pesan singkat pada Kamis dini hari karena beberapa kali melakukan check in melalui sistem dalam jaringan selalu gagal.

"Saya terpaksa mengalihkan perjalanan menuju Jember dengan menggunakan kereta api, karena batalnya penerbangan," ucap Komisioner Bawaslu Jatim itu.(*)

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018