Jakarta, (Antara) - Partai politik pengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) dari kedua kubu, memberi makna tersendiri atas perolehan nomor urut peserta pemilu presiden 2019.

  Pada rapat pleno KPU dengan agenda pengambilan nomor urut peserta pemilu presiden, di kantor KPU Jakarta, Jumat malam, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat nomor urut 01, sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga mendapat nomor urut 02.

 Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Siti Hediati atau Titiek Soeharto, mengatakan nomor urut dua, bermakna kedamaian dan kemenangan. "Nomor urut dua juga disebut sebagai 'victory' atau kemenangan," ucapnya.

  Menurut Titiek, pasangan Prabowo-Sandiaga yang mendapat nomor urut dua, diharapkan dapat memenangkan pemilu presiden 2019.

 Partai Berkarya adalah salah satu partai politik pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur (KIAM).

  Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan, pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat nomor urut satu, adalah nomor keberuntungan.

  Menurut dia, pada pemilu presiden, peserta pemilu berlomba-lomba untuk menang sehingga menjadi RI-1. "Pasangan Jokowi-Ma'ruf, mendapat nomor urut satu, semoga lebih dekat menuju ke RI-1," ujarnya.

  Pada pengambilan nomor urut peserta pemilu presiden, KPU mengatur pengambilan nomor urut melalui dua tahap. Tahap pertama, adalah pengambilan nomor untuk penentuan siapa yang lebih dulu mengambil nomor urut.

   Pada tahap pertama ini, cawapres Sandiaga mendapat nomor urut satu, sedangkan cawapres Ma'ruf Amin dapat nomor urut dua. Itu artinya, Prabowo memgambil nomor urut lebih dulu.

   Pada pengambilan nomor urut, Prabowo mengambil nomor urut lebih dulu dan diikuti dengan Jokowi. Pada saat dibuka secara bersama-sama, ternyata Jokowi mendapat nomor urut satu serta Prabowo mendapat nomor urut dua. (*)

   

Pewarta: Supervisor

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018