Kediri (Antaranews Jatim) - Operasi pasar khusus beras yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, dengan TPID bisa mencegah kesempatan harga beras terus naik di pasar, demikian dikatakan oleh Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah.

"Saat ini harga melonjak tinggi. Kami berharap, pasar tidak terus membuat harga seenaknya sendiri, tidak ada kesempatan membuat harga naik," katanya saat meninjau kegiatan operasi pasar beras di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri, Kamis.

Menurut dia, kegiatan operasi pasar ini memang sengaja digelar sebagai upaya menstabilkan harga beras di pasar. Masyarakat tetap bisa mengonsumsi beras, yang dibeli dengan harga lebih murah ketimbang harga di pasar.

"Ini upaya kami menstabilkan harga beras, karena harganya sudah melambung tinggi. Melalui kegiatan ini, masyarakat tetap bisa mengonsumsi beras dengan baik dan aman," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Yetty Sisworini menambahkan, kegiatan operasi pasar beras ini digelar selama lima hari dan akan berakhir pada Jumat (2/2). Namun, pemerintah berencana menambah hari untuk jadwal operasi pasar, sebab animo masyarakat cukup tinggi.

"Opini masyarakat sangat antusias, jadi kami akan memperpanjang, menambah hari. Kami masih rencanakan karena jadwal seharusnya sampai besok (Selasa, 2/2)," ujarnya.

Kegiatan operasi pasar beras itu berlangsung di dua titik, yaitu Taman Sekartaji serta TMP Kota Kediri. Kegiatan itu juga sengaja digelar di tempat itu, sebab bersinggungan langsung dengan warga. Untuk per titik, panitia menyediakan hingga 150 karung kecil ukuran masing-masing 5 kilogram. Pelaksanan operasi pasar itu juga berbeda ketimbang operasi pasar saat menghadapi hari raya.

"OP ini tidak seperti yang kami gelar saat Ramadhan, Idul Fitri, dan tahun baru. Kami mengantisipasi lonjakan harga beras, sehingga tidak sampai harga melambung dan kali ini harga beras merangkak naik," katanya.

Sejumlah warga yang membeli beras dalam kegiatan itu sangat senang. Harga beras di pasar di kantong isi 5 kilogram bisa sampai Rp58 ribu, tapi di operasi pasar dijual seharga Rp51 ribu per 5 kilogram.

"Sangat terbantu sekali. Harganya jauh lebih murah dari yang ada di pasar," kata Sutanto, salah seorang pembeli asal Kelurahan Sukorame, Kota Kediri. (*)

Video Oleh Asmaul Chusna


Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018