Surabaya (Antaranews Jatim) - Universitas Merdeka (Unmer) Surabaya mengajak mahasiswa untuk mewaspadai komunis gaya baru melalui seminar kebangsaan bertema "Mewaspadai Gerakan Neo Komunis" di kampus setempat di Surabaya, Senin.

Ketua penyelenggara seminar Moh Fadlilah Rohman mengatakan pada era pascareformasi, komunisme bangkit dengan cara lebih halus dan menyusup kemana-mana. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh peserta terus mewaspadai gerakan-gerakan yang bersifat merusak Negara.

"Komunisme bersifat asimetrik dengan strategi `soft power`. Indikasi yang ada bahwa banyak aktivis, tokoh, politisi, bahkan akademisi, baik dengan sadar atau tanpa sadar mendukung bangkitnya komunis Indonesia dengan membonceng isu HAM dan demokratisasi," kata Ketua Umum Santri Jatim ini.

Selain itu, mahasiswa semester VIII Fakultas Ekonomi Unmer Surabaya ini menyebut bahwa media sosial juga dijadikan alat yang paling efektif di era sekarang ini.

"Maka dari itu saya menegaskan tujuan kami mengadakan seminar ini di kampus saya ingin mahasiswa, santri dan bahkan pemuda mewaspadai gerakan neo komunis yang saat ini menyusup kemena-mana atau lebih di kenal dengan KGB (Komunis Gaya Baru)," ujar dia.

Peserta seminar kebangsaan ini dihadiri oleh santri, mahasiswa dan pemuda yang berasal dari Organisasi kepemudaan (OKP).

Wakil Rektor III, Yeni Ika Pratiwi menyatakan Unmer Surabaya juga mendukung seminar kali ini dan berharap bisa berkelanjutan.

Menurut dia, seminar seperti ini sangat bermanfaat buat anak-anak muda saat ini. "Karena ini sesuai dengan visi dan misi Unmer Surabaya sendiri, di mana mahasiswa harus menjadi pioner," katanya.

Yeni juga meminta kepada mahasiswa untuk perbanyak proses agar bisa menyiapkan diri di masa yang akan datang menjadi mahasiswa berkualitas. "Jangan malah banyak protes tapi minim proses. Ini yang tidak kami inginkan," tuturnya.

Sementara itu, Purnawirawan Kolonel Laut, Ir Jusuf Mahdi, MM yang menjadi pembicara dalam seminar kebangsaan menilai, gaya hidup orang saat ini menjadi sebuah ancaman. Mulai dari maraknya pesta narkoba, suka sesama jenis dan hampir semua orang disibukkan dengan gadgetnya masing-masing.

"Ini adalah bentuk ancaman nyata sekarang ini," ujarnya.

Ia mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia untuk mengedepankan yang sudah tertuang dalam UUD 1945. "Mulai dari memahami, mengamalkan, mengimplementasikan, mengaplikasikan dan paham kebangsaan melalui realisasi nilai luhur pancasila," tutur dia.(*)

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018