Jember (Antara Jatim) - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian tiga korban yang masih tertimbun tanah longsor dengan menggunakan alat berat dan dibantu dengan anjing pelacak di Desa Jambesari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu.

"Hari ini pencarian dibagi menjadi empat zona berdasarkan hasil pencarian anjing pelacak dari K-9 Polda Jawa Timur dan denah rumah korban dengan pembagian dua shif personel yang akan melakukan pencarian korban," kata Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Rudianto di Jember.

Menurutnya jumlah personel yang dilibatkan dalam pencarian tersebut yakni anggota Kodim 0824 Jember sebanyak 70 personel, Polres Jember 70 personel, Polda Jatim sebanyak 30 personel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebanyak 50 personel, Basarnas sebanyak 50 personel, Palang Merah Indonesia sebanyak 20 personel, relawan sebanyak 50 personel, dan ratusan warga.

"Pencarian tiga korban yang merupakan satu keluarga tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat eskavator yang sudah tiba di lokasi longsor sejak Selasa (17/10) sore dan juga secara manual dengan menggunakan cangkul atau peralatan lainnya secara bergantian," tuturnya.

Sementara Pelaksana tugas BPBD Jember Widi Prasetyo mengatakan upaya pencarian korban dilakukan dengan mengerahkan unit pemadam kebakaran, alat berat, hingga anjing pelacak untuk mempercepat penemuan tiga korban yang tertimbun longsor.

"Mobil pemadam kebakaran didatangkan dari Kalisat karena ukurannya yang bisa menjangkau lokasi longsor, sedangkan alat berat yang digunakan untuk mencari korban tertimbun longsor didatangkan dari Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air," katanya.

Widi mengatakan pencarian korban yang tertimbun longsor tersebut sempat terkendala luasnya tanah longsor dan hujan yang mengguyur lokasi bencana pada Selasa (17/10), namun upaya pencarian secara maksimal sudah dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Hujan yang mengguyur selama beberapa hari di Kecamatan Sumberbaru menyebabkan tanah longsor yang menimbun dua rumah pada Senin (16/10) malam di Dusun Krajan dan Dusun Kedungliyer, Desa Jambesari, bahkan satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak masih tertimbun rumahnya yang longsor.

Korban yang tertimbun longsor yakni Syaiful (27) yang merupakan kepala keluarga, kemudian istrinya bernama Yana (25) dan anaknya Faris yang masih berusia 5 tahun belum ditemukan hingga Selasa (17/10).(*)
    

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017