Banyuwangi (Antara Jatim) - Untuk meningkatkan kualitas SDM di daerahnya, Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Kursus Bahasa Asing Berbasis Desa. Kursus yang digelar gratis di desa-desa ini mengajarkan tiga bahasa, yaitu Bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kursus  ini diharapkan memberi kompetensi tambahan bagi warga, terutama generasi muda di desa. "Ini juga sekaligus memeratakan pendidikan. Biasanya kan yang bisa kursus tambahan bahasa asing itu hanya orang-orang yang punya duit saja, dan tinggal di pusat kota. Nah ini program gratis dan digelar di desa-desa," ujar Anas.

Minimal, kata Anas, warga desa bisa memiliki kemampuan dasar berbahasa asing yang dapat dimanfaatkan untuk mulai mengenalkan bahasa asing ke keluarga dan lingkungan sekitarnya, termasuk ke anak-anaknya jika peserta kursus sudah berkeluarga.

“Syukur-syukur bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi produktif. Misalnya menjadi pemandu wisata. Atau minimal warga bisa menyapa atau menjawab saat ada turis yang menanyakan arah. Kelihatannya sepele, tapi hospitality ini penting agar wisatawan betah,” kata Anas.

Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono menambahkan, kursus bahasa asing diselenggarakan di semua desa dan kelurahan. Sebelumnya, kursus serupa pernah diselenggarakan pada 2015 lalu, di mana para peserta yang lulus mendapat sertifikat dari lembaga yang diajak bekerja sama.

Dalam pelaksanaanya, satu desa membentuk satu kelompok belajar yang akan dipandu seorang tutor. ”Tutornya dari guru bahasa asing di sekolah-sekolah dan Lembaga Kursus dan Pelatihan. Desa silakan memilih satu bahasa sesuai minat warganya. Bila ternyata dalam satu desa ada warga yang minat bahasanya beda, nanti bisa datang ke desa yang menyelenggarakan kursus bahasa yang mereka minati,” kata Sulihtiyono.

Lokasi kursus ditetapkan sesuai kesepakatan warga, bisa di balai desa, tempat ibadah, hingga ruang Taman Kanak-Kanak. Jadwalnya juga sesuai kesepakatan warga.

"Ini gratis. Tahun ini, kami menganggarkan Rp900 juta untuk keperluan operasionalnya, mulai honorarium tutor, ATK, modul belajar, dan peralatan penunjang lainnya," ujarnya.

Kursus ini  berlangsung sekitar tiga bulan. Semua peserta wajib menyelesaikan paket belajar selama 201 jam. "Info detilnya akan disosialisasikan lewat Unit Pelaksana Teknis Dinas di kecamatan-kecamatan dalam waktu dekat ini," ujar Sulihtiyono.

Peserta kursus diprioritaskan bagi warga yang berkaitan dengan sektor pariwisata. Di antaranya pelaku usaha transportasi dan perajin barang khas lokal. Namun, kursus juga boleh diikuti siapa saja. Pelajar hingga ibu-ibu rumah tangga boleh mengikuti kursus ini. “Kalau tahun lalu ada 2670 peserta, tahun ini target kami bisa 3000 peserta yang ikut,” katanya.(*)

Pewarta: Masuki M. Astro

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017