Tulungagung, (Antara Jatim) - Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menyatakan jumlah angkutan gratis untuk pelajar di daerah itu masih kurang akibat keterbatasan anggaran subsidi dan trayek angkutan.

"Daya angkut kendaraan tidak sebanding dengan jumlah pelajar," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Maryani di Tulungagung, Rabu.

Dia mengatakan, Dishub secara bertahap akan menganggarkan penambahan bus sekolah, termasuk alokasi subsidi untuk membayar MPU antarkecamatan yang dicarter khusus untuk mengangkut pelajar.

Saat ini, kata Maryani, jumlah bus sekolah di daerah tersebut ada tujuh armada. Angkutan sekolah gratis dengan armada sediaan pemerintah daerah dan bantuan pemerintah pusat itu melayanilima rute, yaitu Gondang, Kalidawir, Ngunut, Ngantru dan Podorejo.

Selain tujuh bus, Dishub juga menggandeng Mobil Penumpang Umum (MPU) untuk ikut mengangkut pelajar secara gratis.

"Untuk MPU kami bayar Rp103.500 per hari. Itu sudah menguntungkan MPU, karena saat ini sulit mencari penumpang," ucap Maryani.

MPU yang digandeng pemkab itu saat ini masih terbatas untuk trayek antarkecamatan, yakni Tulugagung-Campurdarat dan Tulungagung-Sendang.

Penggunaan MPU untuk angkutan pelajar juga dinilai sangat strategis karena selain unsur pemberdayaan, juga bisa menekan kecelakaan lalu lintas dan kemacetan di tengah kota, kata Maryani.

Kasubdit Rekayasa Lalu Lintas Polda Jawa Timur AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur salah satu yang tinggi di Indonesia. Selain karena wilayahnya memang luas, ada dekadensi keselamatan berlalu lintas.

"Karena itu kami adakan Apel Besar Pelopor Keselatan Berlalu Lintas dengan melibatkan para pelajar. Diharapkan mereka menjadi para pelopor keselamatan di jalan," ucap Budi.

Budi menambahkan, rata-rata ada 16 orang meninggal dunia di Jawa Timur karena kecelakaan lalu lintas.

Sebanyak 70 persen di antaranya, atau 11 korban melibatkan sepeda motor. Sementara 30 persen atau tiga orang dari kejadian meninggal akibat kecelakaan motor, berusia pelajar atau mahasiswa.(*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017