Bangkalan (Antara Jatim) - Pasar wisata di Bangkalan, Jawa Timur, akhir-akhir ramai didatangi para wisatawan untuk berbelanja berbagai jenis kebutuhan, terutama batik tulis dan sovener hasil kerajinan masyarakat.

"Biasanya kalau hari Jumat, Sabtu dan Minggu yang banyak pengunjung datang ke pasar ini," kata Kepala Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan, Moh Busro, Selasa.

Umumnya, wisatawan yang berkunjung ke pasar ini adalah para peziarah dari luar Bangkalan, yang datang ke Makam Syaichona Kholil. Mereka lalu mampir ke Pasar Wisata itu untuk berbelanja.

"Hari Minggu kemarin ada sepuluh bus yang datang kesini. Kalau hari-hari biasa seperti sekarang memang sepi. Tapi kalau hari libur biasanya ramai," tutur Busro.

Pasar Wisata yang terletak di Jalan Halim Perdana Kusama Bangkalan diresmikan pada 26 Februari 2013 oleh Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin Imron kala itu.

Batik tulis hasil kerajinan warga Bangkalan banyak dijual di pasar ini. Tujuannya agar bisa menjadi tujuan alternatif bagi para wisatawan yang hendak melancong ke Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan.

Tidak hanya menyediakan batik, pasar yang terdiri dari 36 lapak ini juga menyediakan makanan, hasil kerajinan dan oleh-oleh khas Madura.

Aneka sovenir seperti clurit hias, pecut, baju pesak, yakni baju khas Madura dan udeng juga banyak dijual di Pasar Tradisional ini.

Pasar Wisata yang berdekatan dengan Bangkalan Plaza ini sebelumnya sempat macet, karena hanya dipromosikan di koran lokal setempat.

Pasar ini kembali hidup, setelah banyak blogger di Kabupaten Bangkalan mengekplorasi keberadaan pasar ini.

"Kami mengetahui keberadaan pasar ini memang dari internet, baca-baca sebelum berangkat kesini," kata salah seorang wisatawan asal Semarang, Purnomo.

Pasar Wisata yang menjual berbagai jenis batik tulis Bangkalan ini, merupakan salah satu lokasi wisata belanja yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Selain di Pasar Wisata itu, lokasi wisata belanja lainnya ialah dengan mendatangi langsung ke lokasi produksi batik di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan. (*)

Pewarta: Abd. Azis

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017