Banyuwangi (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar Festival Kebaya mulai Jumat (21/4) hingga Sabtu (22/4) 2017.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Jumat menjelaskan selama dua hari para penggemar fashion akan disuguhi  ratusan desain kebaya dalam sebuah panggung peragaan busana.

"Acaranya sengaja kami kemas cukup unik. Peragaan kebaya hari pertama digelar di Bandara Hijau Blimbingsari, baru hari kedua di Gelanggang Olahraga. Bandara sengaja dipilih sebagai arena, selain untuk mengenalkan bandara hijau kami yang segera diresmikan dalam waktu dekat, juga karena lokasinya yang memang menarik sebagai catwalk peragaan busana," katanya.

Banyuwangi kini memiliki bandara baru yang menonjolkan konsep bangunan hijau. Bandara itu juga menonjolkan desain pasif untuk menghemat energi, desain interior dikonsep minim sekat untuk memperlancar sirkulasi udara dan sinar matahari untuk meminimalisasi pemakaian pendingin ruangan.

"Di sekitarnya dikelilingi kolam air untuk mengoreksi tekanan udara, sehingga suhu ruang tetap sejuk. Atap terminal hijau ini makin ikonik karena mengadopsi bentuk penutup kepala Suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi) yag berlampiskan rerumputan hijau," kata Anas.

Ia menambahkan selain menjadi salah satu atraksi wisata, Festival Kebaya pertama di Indonesia ini juga menjadi sarana peningkatan daya saing para desainer dan perajin lokal.

"Efek bisnis ke depan juga menjadi salah satu pertimbangan digelarnya ajang ini. Kebaya kan sesuatu yang tidak asing lagi di Indonesia. Tapi mengapa belum ada yang menjadikan salah satu kekayaan budaya kita itu sebagai ajang budaya? Kesempatan inilah yang kami tangkap. Kami juga sedang siapkan efek bisnisnya ke depan," ujar Anas.

Festival kebaya ini melibatkan ratusan desainer kebaya, baik perancang busana lokal juga dari Indonesia Fashion Chamber (IFC). Digelar selama dua hari, kata Anas, festival ini merangkai sejumlah acara seperti instalasi seni, art performing, kompetisi, dan ekshibisi.  

"Festival ini bagi saya sangat komplit, karena desainer lokal yang terlibat ajang ini sebelumnya telah di up-grade kemampuannya lewat workshop yang instrukturnya langsung dari desainer kebaya nasional," ujar Anas. (*)

Pewarta: Masuki M. Astro

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017