Tuban (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, menyatakan warga lokal tidak ada yang menolak rencana Pertamina membangun kilang minyak bekerja sama dengan Rosneft Rusia di atas lahan seluas 404 hektare di Kecamatan Jenu.
    
"Dalam konsultasi publik yang sudah digelar yang dihadiri berbagai kalangan pekan lalu tidak ada Warga yang menolak rencana pembangunan kilang minyak," kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Tuban Agus Wijaya, di Tuban, Selasa.
    
Ia menjelaskan PT Pertamina (Persero) telah menggelar konsultasi publik untuk studi analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) terpadu terkait kegiatan pembangunan dan pengoperasian kilang bahan bakar minyak dan petrokimia serta fasilitasnya pada 13 Januari.
    
Dalam acara yang dipimpin "Project Coordinator" NGGR Tuban Amir H. Siagian, dihadiri jajaran pemerintah kabupaten (pemkab), di antaranya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Pemkab Mulyadi.
    
Hadir juga  Camat Jenu Kasmoeri, Danramil Jenu Kapten Inf Agus Prayitno, dan Kapolsek jenu AKP Yani Susilo, juga jajaran perangkat Desa Beji, Kaliuntu, Wadung, Rawasan, Mentoso dan Remen Kecamatan Jenu.
    
Selain itu sosialisasi juga dihadiri berbagai lapisan masyarakat lainnya, seperti Ketua Yayasan Mangrove Center Tuban Ali Mansyur yang pernah meraih Kalpataru kategori Perintis Lingkungan pada 2012.
    
Dalam keterangannya "Project Coordinator" NGGR Tuban Amir H. Siagian, menjelaskan dalam pembangunan kilang minyak di daerah setempat membutuhkan tenaga kerja dengan jumlah cukup banyak.
    
Kilang minyak akan dibangun di atas lahan seluas 404 hektare, terdiri dari 340 hektare lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seluas 340 hektare dan lahan Pertamina 64 hektare.
    
"Rencana pembangunan kilang minyak di Tuban, nantinya akan menjadi terbesar di Indonesia dan termodern di dunia," katanya.
    
Sesuai rencana, pembangunan kilang minyak bekerja sama dengan Rosneft Rusia berjalan selama 4 tahun dimulai 3 Juli 2017 dan selesai pada 2021.
    
"Pencanangan pembangunan kilang minyak akan dilakukan Presiden RI," ucapnya.
    
Ketua Tim Penyusunan Amdal Kilang Minyak Tuban Yahya Husin menambahkan tujuan pembangunan kilang minyak kerja sama Pertamina–Rosneft Rusia yakni untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional sesuai salah satu Nawacita Presiden RI.
    
Selain itu, lanjut dia, juga meningkatkan daya saing Pertamina menuju perusahaan energi kelas dunia dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat/konsumen dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).
    
"Manfaat bagi masyarakat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan munculnya berbagai kegiatan ekonomi, mulai perdagangan, restoran, perusahaan penyedia jasa, industri kecil dan menengah," tandasnya. (*)

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017