Bojonegoro (Antara Jatim)  - Ketua Panitia Parade Keroncong Nusantara di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Ony Supriyadi, menyatakan kesulitan mendatangkan grup keroncong dari berbagai daerah di Tanah Air dalam acara Parade Keroncong Nusantara karena terbatasnya anggaran.

"Anggaran yang diperoleh panitia terbatas hanya sekitar Rp6 juta untuk pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara," kata Ketua Panitia Parade Keroncong Nusantara Bojonegoro Ony Supriyadi di Bojonegoro, Selasa.
    
Dalam pelaksanaan itu, lanjut dia, Panitia Induk Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro melarang panitia mencari sponsor sendiri untuk pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara.
    
"Kalau ada sponsor masuknya di Panitia Induk Hari Jadi Bojonegoro karena pelaksanaan Parade Keroncong juga untuk memeriahkan hari jadi kabupaten," tuturnya.
    
Oleh karena itu, menurut dia, panitia Parade Keroncong Nusantara hanya memanfaatkan anggaran yang diperoleh sebesar Rp6 juta itu untuk mendatangkan grup keroncong dari luar daerah, selain grup keroncong lokal.
    
"Anggaran yang kami alokasikan untuk mendatangkan grup keroncong itu hanya untuk biaya transportasi bukan untuk membayar honor pemain," ucapnya menambahkan.
    
Dalam pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara yang digelar dua hari lalu, lanjut dia, diikuti lima grup keroncong yaitu dari Pacitan, Ngawi, Pati, Jawa Tengah dan Bojonegoro dua grup.
    
"Tahun lalu Parade Keroncong Nusantara diikuti enam grup keroncong, salah satunya grup keroncong Surabaya yang tahun ini tidak ikut," ucapnya.
    
Meskipun peserta grup keroncong tidak banyak, menurut dia, pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara kedua kalinya itu berjalan dengan meriah.
    
"Antusias penonton cukup bagus. Kami panitia terpaksa patungan untuk menutup kekurangan biaya penyelenggaran," ujar Ony yang juga Pimpinan Orkes Keroncong "Klangenan" 13 itu.
    
Ia menambahkan perkembangan musik keroncong di daerahnya cukup bagus terbukti dalam lima tahun terakhir ada enam grup keroncong yang berdiri dari kalangan generasi muda.
    
"Kami tetap bertekad akan menggelar Parade Keroncong Nusantara setahun sekali dengan target bisa memperoleh dukungan grup keroncong yang ada di berbagai daerah di Tanah Air," ucapnya menegaskan.
    
Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disbudpar Bojonegoro Suyanto menambahkan pemkab sangat mendukung pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara karena bisa menambah daya tarik pariwisata di daerahnya.
    
"Pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara kalau bisa berjalan dengan baik besar kemungkinan bisa mendatangkan wisatawan domestik (wisdom) luar daerah," ucapnya. (*)

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016