Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, intensif  menekan penularan penyakit HIV/AIDS dengan sosialisasi yang melibatkan pengelola tempat hiburan malam baik kafe maupun tempat karaoke di kota tersebut.
     
Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah mengemukakan pemerintah berkewajiban untuk mencegah serta meminimalisir penularan penyakit yang menggerogoti kekebalan tubuh yaitu "human immuno virus dan acquired immuno deficiency syndrome" (HIV/AIDS). Sosialisasi terus dilakukan, termasuk di lingkungan kerja. 
     
"Sosialisasi yang diselenggarakan ini adalah langkah dari pemkot, dasarnya oleh Perwali No 47 Tahun 2012," katanya dalam acara Sosialisasi bahaya HIV/AIDS di lingkungan tempat kerja di sebuah hotel wilayah Kediri, Kamis.
     
Wawali yang ditemui dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Kediri bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kediri itu mengatakan, dalam Peraturan Wali Kota tersebut dijelaskan pemerintah berupaya untuk melakukan pencegahan dan penularan penyakit tersebut. KPAI dilibatkan, sebab mereka juga bertugas di lapangan, termasuk mendampingi warga yang tertular HIV/AIDS.
    
Lebih lanjut, ia mengatakan penularan penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu bisa dengan beragam cara, salah satunya dengan seringnya ganti pasangan. Berhubungan dengan pasangan yang berganti-ganti sangat berpotensi virus tersebut masuk ke dalam tubuh manusia. 
     
"HIV/AIDS ini salah satunya disebabkan oleh hubungan dengan berganti-gantipasangan," ujarnya. 
     
Lebih lanjut, pihaknya juga mengatakan penularan virus penyakit itu pun bisa terjadi di banyak tempat. Untuk itu, pihaknya meminta agar masyarakat menjaga kesehatan diri dan keluarga dari ancaman virus tersebut. 
     
"Mari mengupayakan untuk hidup bersih dan sehat dengan bekerja sebaik-baiknya tanpa mendatangkan bahaya bagi fisik kita, keluarga kita maupun lingkungan kita," katanya berharap. 
     
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Kerja Dinsosnakertrans Kota Kediri Dedi Hariadi menambahkan pemahaman terhadap penularan serta penyakit HIV/AIDS ini sangat diperlukan, tidak terkecuali di lingkungan kerja. 
     
"Kami ingin meningkatkan pengetahuan demi kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan. HIV/AIDS ini adalah virus yang sangat berbahaya yang dapat mengakibatkan produktivitas kerja menjadi rendah dan kacau," katanya.
     
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya memang sengaja melibatkan pengelola tempat hiburan malam baik kafe maupun tempat karaoke di kota ini, dengan harapan pengelola juga bisa menularkan ilmunya pada rekan maupun pada setiap tamu yang berkunjung.
     
Dedi berharap kegiatan ini bisa bermanfaat. ke depannya tingkat penularan HIV/AIDS di Kota Kediri akan dapat dikurangi dan ditanggulangi. 
     
"Kegiatan ini untuk diketahui, dipahami dan disebarluaskan. Kami berharap semoga kegiatan ini berdampak baik, terutama di lingkungan kerja, agar terhindar dari HIV/AIDS," katanya. 
    
Jumlah penderita HIV/AIDS di Kediri cukup banyak. Sampai Maret 2016 terdapat ada 34 warga yang terinfeksi HIV, sedangkan yang positif AIDS sebanyak 10 orang. Pada 2015, jumlah penderita HIV/AIDS di Kediri ada sekitar 500 penderita. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016