Pamekasan (Antara Jatim) - Sebanyak lima orang calon haji di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur hingga kini belum melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2016.

"Jumlah calon haji yang belum melunasi BPIH ini, berdasarkan data terakhir hingga 27 Juni 2016," kata Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan Afandi kepada Antara di Pamekasan, Selasa.

Kelima orang calhaj ini masih memiliki kesempatan melakukan pelunasan, mengingat batas akhir pelunasan BPIH hingga 30 Juni 2016, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia penyelenggara ibadah haji.

Ia menjelaskan, pihak Kemenag telah menginformasikan ketentuan batas akhir pelunasan BPIH itu kepada masing-masing keluarga calon haji di Pamekasan.

Jika, hingga batas waktu yang ditetapkan tidak juga melakukan pelunasan, maka para calhaj itu, bisa terancam batal berangkat ke Tanah Suci.

Saat ini, sambung dia, sebagian calhaj sudah mengurus kelengkapan administrasi, seperti paspor dan telah melakukan pemeriksaaan kesehatan di masing-masing puskesmas di 13 kecamatan di Pamekasan.

Jumlah kuota calon haji untuk Kabupaten Pamekasan saat ini sebanyak 774 orang dan sebagian diantaranya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri seperti Malaysia.

Menurut Afandi, jumlah kuota haji untuk Kabupaten Pamekasan tahun ini, lebih banyak dibanding 2015.

Sebab, berdasarkan data di Kantor Kementerian Agama Pamekasan, pada musim haji tahun lalu, jumlah kuota haji untuk Kabupaten Pamekasan hanya  646 orang. Sedangkan pada 2014, warga Pamekasan yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci sebanyak 637 orang.

Jika dibanding tiga kabupaten lain di Madura, yakni Kabupaten Sampang Bangkalan dan Sumenep, jumlah calhaj yang menunaikan ibadah haji di Pamekasan tahun ini lebih banyak.

Di Kabupaten Sampang, warga yang terdata akan berangkat ke Tanah Suci menunaikan ibadah haji tahun ini sebanyak 426 orang, Bangkalan sebanyak 571 orang dan di Kabupaten Sumenep sebanyak 459 orang. (*)

Pewarta: Abd. Azis

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016