Trenggalek (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggalakkan gerakan penanaman mangrove di seluruh kawasan pesisir di daerah tersebut sebagai upaya mencegah abrasi serta mengantisipasi bencana tsunami.
    
Pelaksana lapangan Kelompok Kerja Mangrove Jawa Timur Leksono Wibowo saat singgah di Trenggalek, Rabu mengatakan saat ini ia bersama tim tengah mengevaluasi kondisi vegetasi mangrove di kawasan pesisir selatan dan utara Jatim.
    
"Total ada 22 daerah yang terdiri dari kabupaten/kota kami evaluasi," katanya kepada Antara di Pantai Taman Kili-kili, Trenggalek.
    
Menurut dia, vegetasi tanaman pesisir utamanya mangrove di kawasan pesisir selatan Jatim masih dalam kondisi baik, kecuali beberapa titik kawasan yang mulai mengalami kerusakan akibat ulah manusia.
    
Namun untuk pesisir utara, utamanya Kabupaten Sampang dan Pamekasan menurut Leksono yang berlatar belakang peneliti tanaman mangrove itu sebagian besar dalam kondisi buruk atau mengkhawatirkan.
    
"Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menanam dan melestarikan mangrove membuat kawasan pesisir di sebagian pesisir utara Jatim dan Madura berkualitas buruk," ujarnya.
    
Leksono menyebut Kabupaten Gresik sebagai salah satu daerah dengan habitat mangrove buruk akibat banyaknya aktivitas pertambangan dan pelabuhan-pelabuhan besar.
    
"Secara bertahap, pemprov melalui DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Jatim berupaya memperbaiki ekosistem kawasan pesisir agar kembali lestari," kata Leksono.
    
Ia menjelaskan, program atau gerakan menanam mangrove intensif dilakukan DKP Jatim melalui Pokja Mangrove terhitung mulai 2004.
    
Hasilnya, kata Leksono, ribuan hektare hutan mangrove baik dalam skala kecil maupun besar saat ini berhasil dikembangkan mulai di beberapa kawasan pesisir Banyuwangi, Situbondo, Puger di Jember, Lumajang, Malang selatan, Blitar, Tulungagung, Trenggalek hingga Pacitan yang berbatasan langsung dengan wilayah Jateng.
    
"Tahun ini kami inisiasi lagi seitar 400 hektare, bukan hanya melakukan gerakan menanam tetapi juga mengevaluasi keberlanjutan program tersebut serta proses perawatan serta pembinaan petani dan masyarakat di setiap kawasan pesisir," ujarnya.(*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016