Surabaya, (Antara Jatim) - Pembangkit Jawa Bali (PJB) sebagai anak perusahaan dari PT PLN Persero berencana mengembangkan listrik tenaga rumput laut di kawasan Minahasa, Sulawesi Utara, pada tahun 2016 melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Direktur Utama PJB Mulyo Adji,  di Surabaya, Selasa, mengatakan pengembangan listrik tenaga rumput laut tersebut sebagai upaya untuk membuat energi terbarukan, karena Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dalam hal itu.

"Sebagai langkah awal pengembangan ini akan dijadikan riset atau penelitan dahulu, dengan kapasitas dibawa 10 MegaWatt dan memanfaatkan potensi petani rumput laut lokal," ucap Adji.

Ia mengatakan, PJB berencana mengajak Universitas Sam Ratulangi, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara dan Universitas Diponerogoro, Semarang, Jawa Tengah.

"Sebagai pimpinan dalam pengembangan teknologi ini adalah Universitas Dipenogoro, karena mempunyai konsep yang sesuai dengan apa yang kita butuhkan," katanya.

Adji mengatakan dalam pengembangan energi terbarukan, PJB menggunakan sistem segitiga emas, yakni kerja sama dengan tiga komponen penting yang meliputi perguruan tinggi atau lembaga pendidikan, manufaktur dan PJB.

"Oleh karena itu, PJB setiap tahun selalu menggelar pertemuan teknologi dengan melibatkan tiga komponen penting tersebut. Sehingga, apabila mereka mempunyai pengembangan teknologi terbarukan, kita selalu diberitahu," katanya.    

Terkait anggaran yang dibutuhkan dalam pengembangan energi itu, Adji mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci karena prosesnya masih dalam observasi lapangan, dan hanya bertujuan untuk penelitian.

"Listrik tenaga rumput yang akan kita kembangkan itu seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang sudah kita buat di lingkungan PLTA Cirata, Purwakarta, Jawa Barat yakni hanya bertujuan untuk riset," katanya.(*)

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016