Malang (Antara Jatim) - Sejumlah masjid dan kampus di wilayah Kota dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, menggelar shalat gerhana yang dilanjutkan dengan nonton bareng (nobar) proses gerhana matahari total yang melintasi beberapa wilayah di Tanah Air, Rabu.
Beberapa kampus di Kota Malang, seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Islam Malang (Unisma) mengelar shalat gerhana dan dilanjutkan dengan menyaksikan detik-detik terjadinya gerhana matahari total di beberapa wilayah di Indonesia.
Universitas Brawijaya menyiapkan teleskop yang berlokasi di roof top atau lantai tujuh gedung Fakultas Teknik (FT) untuk melihat pergerakan matahari hingga terjadinya gerhana matahari total. "Kami punya alat canggih, namanya Telescope Astrophotography," kata Ketua Tim Astrophotography UB, Rudy Yuwono di sela persiapan menyaksikan gerhana matahari total yang bisa dilihat dari alat tersebut.
Ia mengatakan sebenarnua pihaknya ingin mengabadikan proses gerhana matahari total tersebut di daerah lain, sebab gerhana matahari total terjadi 350 tahun sekali. Namun daerah-daerah, yang bakal dilintasi gerhana matahari total sudah over booked.
Alat ini sudah dimiliki UB sejak dua tahun lalu. Selama ini dimanfaatkan untuk melihat hisab dan hilal karena alatnya bisa merekam dan memotret.
Sementara itu shalat gerhana yang dilaksanakan di Masjid Raden Fatah di lingkungan kampus UB dimulai pukul 06.00 WIB. Usai sholat dan khutbah, takmir masjid bekerja sama dengan Astronomy Physics Club Fakultas MIPA mengadakan live streaming dan paparan proses terjadinya gerhana matahari, bahkan jamaah shalat juga difasilitasi untuk melihat langsung gerhana matahari melalui alat teleskop.
Sedangkan di UMM, shalat gerhana atau shalat khusuf dimulai pukul 06.30 WIB. Usai shalat dilanjutkan dengan nonton bareng gerhana berbasis riset antariksa dengan menggunakan alat khusus, yaitu astrofotografi. Dengan cara tersebut, masyarakat umum bisa menikmati keindahan serta proses terjadinya gerhana matahari melalui layar proyektor besar yang telah disiapkan di dalam Masjid.
Kegiatan ini juga akan dipandu oleh tim rukyat dan astrofotografi dari program studi (Prodi) Ahwal Al-Syakhsyiyah Fakultas Agama Islam (FAI) UMM. Selain itu juga dibantu oleh tim teknis dari Teknik Informatika UMM untuk menghubungkan kamera pengamat dengan komputer yang selanjutnya diolah menjadi gambar utuh.
Ketua Prodi Ahwal Al-Syakhsyiyah FAI UMM, Idaul Hasanah SAg MHI mengatakan shalat gerhana matahari ini diselenggarakan, selain untuk mensyukuri kuasa Ilahi dan melaksanakan sunah Nabi, juga sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin menyaksikan peristiwa tersebut.
Idaul berharap peristiwa gerhana matahari total ini tidak hanya dinikmati sebagai pemandangan alam yang indah dan langka, namun juga dijadikan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan.
Di Universitas Machung Malang, ada delapan personel dari mahasiswa kampus itu yang tergabung dalam MaChung Galatic Club (Magic) juga menyiapkan peralatan untuk menyaksikan gerhana matahari total di atas gedung Mochthar Riady kampus setempat. Ada empat Teleskop lengkap dengan menggunakan filter disiapkan personel Magic MaChung.
Sementara itu, sejumlah masjid di Kabuapten Malang juga melaksanakan shalat gerhana, di antaranya Masjid Jami Sabilit Taqwa dan Ponpes Al Hikmah Lil Muttaqin, Desa Kuwolu, Bululawang, serta Masjid Jami' Kepanjen, Kabupaten Malang.
Berdasarkan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), ada beberapa provinsi di Indonesia yang dilintasi oleh fenomena gerhana matahari ini. Sejumlah provinsi tersebut, di antarannya adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016
Beberapa kampus di Kota Malang, seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Islam Malang (Unisma) mengelar shalat gerhana dan dilanjutkan dengan menyaksikan detik-detik terjadinya gerhana matahari total di beberapa wilayah di Indonesia.
Universitas Brawijaya menyiapkan teleskop yang berlokasi di roof top atau lantai tujuh gedung Fakultas Teknik (FT) untuk melihat pergerakan matahari hingga terjadinya gerhana matahari total. "Kami punya alat canggih, namanya Telescope Astrophotography," kata Ketua Tim Astrophotography UB, Rudy Yuwono di sela persiapan menyaksikan gerhana matahari total yang bisa dilihat dari alat tersebut.
Ia mengatakan sebenarnua pihaknya ingin mengabadikan proses gerhana matahari total tersebut di daerah lain, sebab gerhana matahari total terjadi 350 tahun sekali. Namun daerah-daerah, yang bakal dilintasi gerhana matahari total sudah over booked.
Alat ini sudah dimiliki UB sejak dua tahun lalu. Selama ini dimanfaatkan untuk melihat hisab dan hilal karena alatnya bisa merekam dan memotret.
Sementara itu shalat gerhana yang dilaksanakan di Masjid Raden Fatah di lingkungan kampus UB dimulai pukul 06.00 WIB. Usai sholat dan khutbah, takmir masjid bekerja sama dengan Astronomy Physics Club Fakultas MIPA mengadakan live streaming dan paparan proses terjadinya gerhana matahari, bahkan jamaah shalat juga difasilitasi untuk melihat langsung gerhana matahari melalui alat teleskop.
Sedangkan di UMM, shalat gerhana atau shalat khusuf dimulai pukul 06.30 WIB. Usai shalat dilanjutkan dengan nonton bareng gerhana berbasis riset antariksa dengan menggunakan alat khusus, yaitu astrofotografi. Dengan cara tersebut, masyarakat umum bisa menikmati keindahan serta proses terjadinya gerhana matahari melalui layar proyektor besar yang telah disiapkan di dalam Masjid.
Kegiatan ini juga akan dipandu oleh tim rukyat dan astrofotografi dari program studi (Prodi) Ahwal Al-Syakhsyiyah Fakultas Agama Islam (FAI) UMM. Selain itu juga dibantu oleh tim teknis dari Teknik Informatika UMM untuk menghubungkan kamera pengamat dengan komputer yang selanjutnya diolah menjadi gambar utuh.
Ketua Prodi Ahwal Al-Syakhsyiyah FAI UMM, Idaul Hasanah SAg MHI mengatakan shalat gerhana matahari ini diselenggarakan, selain untuk mensyukuri kuasa Ilahi dan melaksanakan sunah Nabi, juga sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin menyaksikan peristiwa tersebut.
Idaul berharap peristiwa gerhana matahari total ini tidak hanya dinikmati sebagai pemandangan alam yang indah dan langka, namun juga dijadikan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan.
Di Universitas Machung Malang, ada delapan personel dari mahasiswa kampus itu yang tergabung dalam MaChung Galatic Club (Magic) juga menyiapkan peralatan untuk menyaksikan gerhana matahari total di atas gedung Mochthar Riady kampus setempat. Ada empat Teleskop lengkap dengan menggunakan filter disiapkan personel Magic MaChung.
Sementara itu, sejumlah masjid di Kabuapten Malang juga melaksanakan shalat gerhana, di antaranya Masjid Jami Sabilit Taqwa dan Ponpes Al Hikmah Lil Muttaqin, Desa Kuwolu, Bululawang, serta Masjid Jami' Kepanjen, Kabupaten Malang.
Berdasarkan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), ada beberapa provinsi di Indonesia yang dilintasi oleh fenomena gerhana matahari ini. Sejumlah provinsi tersebut, di antarannya adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.(*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016