Ngawi (Antara Jatim) - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berjanji akan menurunkan bunga kredit usaha rakyat yang saat ini masih di level 9 persen menjadi 7 persen pada 2017.

Janji itu disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gusti Ngurah Puspayoga saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat, guna menghadiri acara penyerahan simbolis KUR dan Kartu Izin Usaha Mikro Kecil (KIUMK).

"Penurunan bunga KUR hingga ke level 7 persen tersebut karena pemerintah memberikan kepercayaan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil," ujar Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga kepada wartawan.

Menurut dia, keputusan untuk kembali menurunkan suku bunga KUR tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pelaku UKM. Sebab, UKM merupakan bagian penting dalam kegiatan perekonomian di tanah air.

Dengan menurunkan suku bunga KUR secara bertahap dari sebelumnya 22 persen menjadi 12 persen dan saat ini 9 persen serta akan diturunkan lagi di level 7 persen pada 2017, diharapkan semakin meningkatkan kemampuan pelaku UKM dalam berproduksi.

"Apabila usahanya meningkat, UKM bisa berpotensi menyerap banyak tenaga kerja. Ini sebuah langkah nyata agar bisa mengurangi kemiskinan," kata dia.

Untuk itu, pihaknya meminta bank penyalur KUR agar bekerja optimal sehingga dana KUR yang disediakan pemerintah dapat tersalurkan. Hingga akhir 2016, target dana KUR yang disalurkan mencapai Rp100 triliun.

Sejumlah bank penyalur KUR tersebut antara lain, BRI dengan jumlah penyaluran Rp67,5 triliun, Bank Mandiri sebesar Rp13 triliun, dan BNI sebesar Rp11,5 triliun. Selain itu KUR juga dapat disalurkan oleh bank daerah dan koperasi yang telah ditunjuk.

Sementara, BRI di wilayah Jawa Timur hingga Februari 2016 telah menyalurkan KUR sebesar Rp675,701 miliar kepada sebanyak 44.543 pelaku UKM.

Sedangkan di wilayah Ngawi, penyaluran KUR pada periode yang sama telah mencapai Rp20 miliar lebih yang diberikan kepada sekitar 1.268 UKM. Diharapkan jumlah tersebut terus bertambah sehingga target yang ditetapkan pemerintah Rp100 triliun dapat tersalurkan.

Dalam kesempatan kunjungan kerja tersebut, Menteri Puspayoga menyerahkan secara simbolis KUR dan KIUMK kepada pelaku UKM di kantor cabang BRI Unit Pasar Besar Ngawi. Penyerahan disaksikan Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Ketua DPRD Ngawi Dwi Riyanto Djatmiko, dan pejabat BRI wilayah Jawa Timur serta Ngawi.(*)

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016