Malang (Antara Jatim) - Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Dr Jarot Edi Sulistyono mengemukakan pembangunan masjid Cheng Ho di area Islamic Center tanpa menggunakan dana dari Anggaran Perndapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Ada sekitar 15 item fasiitas umum yang akan dibangun di area Islamic Center dengan anggaran hampir Rp100 miliar, namun khusus untuk Masjid Cheng Ho tidak menggunakan dana APBD, melainkan dana dari umat," tegas Jarot di Malang, Jumat.
Sedangkan arsitektur masjid yang bakal mengadopsi Masjid Cheng Ho tersebut, katanya, hingga saat ini masih dalam proses pembahasan, karena banyak yang tidak menyetujui arsitektur tersebut, terutama dari kalangan wakil rakyat.
Jarot mengatakan pembangunan Islamic Center dengan dana hampir Rp100 miliar selama tiga tahun itu nanti diharapkan bisa multi fungsi, selain sebagai tempat ibadah juga untuk tujuan pariwisata relegi karena ada ikon khusus masjid yang bisa jadi daya tarik.
Menurut dia, pembangunan Islamic Center tersebut mulai dianggarkan dalam APBD tahun depan sebesar Rp30 miliar dan tahun-tahun selanjutnya dana yang dianggarkan juga hampir sama. Dari dana pembangunan sebesar hampir Rp100 miliar itu, di antaranya untuk membangun gedung pertemuan, asrama haji, ruang pelatihan, serta bangunan pendukung lainnya.
Khusus untuk bangunan masjid yang sudah didesain DPUPPB, diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp115 miliar, namun tidak menggunakan APBD sama sekali. Karena masjid tersebut untuk umat, Wali Kota Malang Moch Anton akan menggali dana dari umat.
Ia mengatakan salah satu sumber dana yang bakal dimaksimalkan adalah dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Oleh karena itu, Pemkot Malang akan membentuk panitia untuk pembangunan Masjid Cheng Ho di area Islamic Center tersebut.
Dana yang dikumpulkan dari masyarakat, lanjutnya, harus bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya, Pemkot Malang akan membentuk panitia pembangunan masjid.
Islamic Center yang dibangun di Kecamatan Kedungkandang dan berdekatan dengan GOR Ken Arok itu diperkirakan akan membutuhkan lahan sekitar 5,5 hektare. Dan, lahan seluas itu merupakan aset Pemkot Malang.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015
"Ada sekitar 15 item fasiitas umum yang akan dibangun di area Islamic Center dengan anggaran hampir Rp100 miliar, namun khusus untuk Masjid Cheng Ho tidak menggunakan dana APBD, melainkan dana dari umat," tegas Jarot di Malang, Jumat.
Sedangkan arsitektur masjid yang bakal mengadopsi Masjid Cheng Ho tersebut, katanya, hingga saat ini masih dalam proses pembahasan, karena banyak yang tidak menyetujui arsitektur tersebut, terutama dari kalangan wakil rakyat.
Jarot mengatakan pembangunan Islamic Center dengan dana hampir Rp100 miliar selama tiga tahun itu nanti diharapkan bisa multi fungsi, selain sebagai tempat ibadah juga untuk tujuan pariwisata relegi karena ada ikon khusus masjid yang bisa jadi daya tarik.
Menurut dia, pembangunan Islamic Center tersebut mulai dianggarkan dalam APBD tahun depan sebesar Rp30 miliar dan tahun-tahun selanjutnya dana yang dianggarkan juga hampir sama. Dari dana pembangunan sebesar hampir Rp100 miliar itu, di antaranya untuk membangun gedung pertemuan, asrama haji, ruang pelatihan, serta bangunan pendukung lainnya.
Khusus untuk bangunan masjid yang sudah didesain DPUPPB, diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp115 miliar, namun tidak menggunakan APBD sama sekali. Karena masjid tersebut untuk umat, Wali Kota Malang Moch Anton akan menggali dana dari umat.
Ia mengatakan salah satu sumber dana yang bakal dimaksimalkan adalah dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Oleh karena itu, Pemkot Malang akan membentuk panitia untuk pembangunan Masjid Cheng Ho di area Islamic Center tersebut.
Dana yang dikumpulkan dari masyarakat, lanjutnya, harus bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya, Pemkot Malang akan membentuk panitia pembangunan masjid.
Islamic Center yang dibangun di Kecamatan Kedungkandang dan berdekatan dengan GOR Ken Arok itu diperkirakan akan membutuhkan lahan sekitar 5,5 hektare. Dan, lahan seluas itu merupakan aset Pemkot Malang.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015