Trenggalek (Antara Jatim) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuldjono, Sabtu melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur guna meninjau interkoneksi wilayah di selingkar Gunung Wilis.
    
Selain menggelar pertemuan singkat dengan jajaran perangkat kades dan camat untuk melihat paparan konsep pembangunan selingkar Wilis, Menteri Basuki juga menyempatkan diri untuk meninjau langsung akses jalur selingkar Wilis yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dengan Tulungagung di Desa Tumpakndolo, Kecamatan Bendungan.
    
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Basuki Hadimuldjono tampak didampingi Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Hermanto Dardak, anggota Komisi V DPR RI Budi Yuwono, serta jajaran direksi di lingkup Kementrain PU dan Perumahan Rakyat lainnya.
    
"Pembangunan Selingkar Wilis ini pada dasarnya masih berupa gagasan. Tapi pemerintah mendukung pengembangan kawasan ini dengan meningkatkan kualitas infrastruktur yang saling terkoneksi antara daerah-daerah yang ada di kaki lereng Gunung Wilis ini," terang Menteri Basuki kepada wartawan.
    
Ia memastikan, kajian pembangunan infrastruktur Selingkar Wilis yang dikenal dengan istilah "Tunggalrogo Mandiri" (Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Kediri) telah dilakukan oleh tim ahli yang ada di bawah Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Kementrian PU dan Perumahan Rakyat.
    
Hasilnya, mengacu keterangan Hermanto Dardak saat paparan di hadapan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono dan jajaran perangkat dan Camat Bendungan, dirancang sebuah interkoneksi antarenam daerah yang berada di seputar lereng Gunung Wilis, Jatim tersebut.
    
Langkah atau kebijakan yang dipersiapkan pemerintah, lanjut Basuki, di antaranya adalah memperbaiki akses jalan arteri antarwilayah yang rusak ataupun membangun jalan setapak menjadi jalan antarkabupaten.
    
"Seperti jalan yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dengan Tulungagung ini, misalnya, akses yang sudah ada akan diperbaiki. Sementara untuk daerah-daerah lain, jika belum akan dibangun secara bertahap," ujarnya.
    
Hermanto Dardak dalam paparannya menggambarkan, pembangunan Selingkar Wilis bertujuan untuk meningkatkan laju perekonomian kawasan di wilayah pedalaman, sementara pada saat yang sama pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan koridor selatan melalui finalisasi jalur lintas selatan (JLS).
    
"Pembangunan Lingkar Wilis ini diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi kawasan di sekitar lereng Gunung Wilis, baik dari sektor pertahian, agropolitan, maupun pariwisatanya. Ke depan kami berharap kawasan di selingkar Wilis bisa seperti Kota Batu di Malang," ujarnya.
    
Wacana pengembangan kawasan Selingkar Wilis itu sendiri telah ditindaklanjuti keenam pemerintah daerah setempat dengan membentuk semacam forum komunikasi Tunggalrogo Mandiri, yakni forum interaksi untuk menyinergikan perencanaan pembangunan kawasan yang berada di lereng Gunung Wilis.
    
Keenam daerah yang tergabung dalam forum Tunggalrogo Mandiri itu masing-masing adalah Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, serta Kabupaten Kediri.
    
Pemprov Jatim bahkan telah memfasilitasi kerja sama pengelolaan potensi ekonomi dan wisata Gunung Wilis dengan melibatkan enam daerah tersebut.     
    
Fokus kerjasama yang dituangkan dalam nota kesepahaman bersama itu bertujuan untuk menggali potensi ekonomi daerah masing-masing, sehingga bisa dikelola dengan optimal.
    
Sinergitas dalam pembangunan kawasan tersebut menurut Gubernur Jawa Timur Soekarwo bertujuan mengurangi kesenjangan masyarakat antardaerah.
    
Hasil dari pemetaan potensi daerah itulah yang selanjutnya dirangkum dalam rancangan pembangunan yang terkonsep matang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) masing-masing maupun Bappeprov Jatim.(*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015