Vienna (Antara/AFP) - Sekitar 20.000 orang turun ke jalan-jalan di Wina pada Senin (Selasa WIB) untuk memprotes perlakuan buruk terhadap para migran, kata polisi, setelah 71 mayat pengungsi ditemukan di sebuah truk yang ditinggalkan pekan lalu.

Memegang spanduk besar bertuliskan "menyambut Pengungsi" dan "Saya tidak ingin Eropa menjadi kuburan massal", demonstran dari segala usia berkumpul di stasiun kereta api kota Westbahnhof sebelum menuju ke jalan raya pusat perbelanjaan.

 Sebagian besar jalanan di pusat kota telah ditutup untuk pawai tersebut.

Saat mereka berjalan perlahan-lahan melewati ibu kota, para pengunjuk rasa menyanyikan lagu-lagu pop Austria tentang cinta dan solidaritas dan mendapat tepuk tangan spontan dari para warga yang menonton.

Di antara mereka yang ikut dalam aksi protes itu adalah para orangtua yang memanggul anaknya di bahu, sementara polisi menonton dari pinggir jalan dengan mengempit helm di bawah lengan mereka.

Para demonstran yang banyak berpakaian putih itu berkumpul di depan gedung parlemen di mana mereka menyalakan lautan lilin.

Mereka menyampaikan pidato di depan kerumunan massa, penyelanggara protes tersebut Nadia Rida menuduh Eropa dengan tudingan melakukan "kesalahan politik" dan "perlakuan tidak manusiawi" terhadap pengungsi.

"Lihat berapa banyak kita, kita juga dapat bergerak untuk hal tersebut," katanya dalam sebuah pidato yang emosional.(*)

Pewarta: Supervisor

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015