Washington (ANTARA) - Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama kedua negara jika ada kemajuan dalam perundingan.

"Periode awal ini dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama antara Lebanon dan Israel jika ada kemajuan dalam negosiasi dan jika Lebanon secara efektif menunjukkan kemampuannya untuk menegaskan kedaulatannya," kata Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan pada Kamis.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Israel dan Lebanon meminta AS untuk memfasilitasi pembicaraan langsung lebih lanjut guna menyelesaikan semua masalah yang tersisa.

“Israel akan mempertahankan haknya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan guna membela diri, kapan pun, terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung. Hak ini tidak akan terhalang oleh penghentian permusuhan," menurut pernyataan tersebut.

Selain itu, Israel menyatakan tidak akan melakukan serangan militer terhadap sasaran di Lebanon, baik sipil, militer, maupun objek negara lainnya, melalui darat, udara, maupun laut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk memulai gencatan senjata 10 hari pada Kamis (16/4) pukul 21:00 GMT atau Jumat (17/4) pukul 04.00 WiB.

Trump menambahkan bahwa dia akan mengundang kedua pemimpin untuk mengunjungi Washington dan mengadakan pembicaraan yang konstruktif

Sumber: Sputnik



Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026