Surabaya, (Antara Jatim) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan pentingnya peningkatan pendidikan komunikasi yang baik kepada anak sebagai salah satu bekal penting dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mendatang.

"Tak cukup dengan pendidikan formal saja, anak-anak juga memerlukan pendidikan nonformal dan keterampilan, termasuk keterampilan berkomunikasi untuk bisa berhasil dan sukses pada era MEA nantinya," ucapnya di sela pembukaan  Widya Wahana Pendidikan Non-Formal dan Informal (PNFI) 2015 di Balai Pemuda, Surabaya, Jumat.

Risma merasa terinspirasi dari pendidikan komunikasi yang diajarkan di China, yakni anak-anak di Negeri Tirai Bambu itu sudah diajarkan oleh gurunya untuk mampu menjual barang-barang dalam jumlah dan target waktu yang telah ditentukan.

"Dengan berjualan tersebut anak-anak akan belajar untuk berkomunikasi, merendahkan diri, merayu seorang untuk tertarik pada dirinya dan nantinya pada barang yang dijualnya," katanya.

Menurut dia, hal tersebut mengajarkan anak untuk tidak takut dan khawatir terhadap keadaan dan mengasah kepercayaan diri yang berperan penting saat mereka dewasa. Untuk itu, ia mendorong anak-anak untuk berperan aktif dalam acara pameran ini.

"Biarkan anak-anak yang akan menjelaskan dan bercerita kepada pengunjung di pameran. Bapak dan ibu guru cukup sebagai pendamping mereka saja," ujarnya.

Di sisi lain, Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya itu mengatakan agar masyarakat mau terus belajar, introspeksi diri, dan jangan merasa puas begitu saja supaya bisa menjadi bangsa yang lebih maju.

"Jangan mudah merasa puas, karena hal itu akan menghentikan usaha kita untuk lebih maju," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan menyampaikan apresiasi kepada lembaga-lembaga pendidikan nonformal, informal dan kursus karena telah banyak membantu dalam membekali masyarakat Surabaya dengan ketrampilan-ketrampilan yang diajarkan.

"Untuk meningkatkan pendidikan ketrampilan masyarakat Surabaya akan berat jika hanya pemkot yang menjalankannya tanpa bantuan lembaga-lembaga pendidikan nonformal, informal, dan kursus. Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada lembaga-lembaga yang telah banyak membantu dan bekerja sama meningkatkan pendidikan ketrampilan di Kota Surabaya ini," ujarnya.

Acara yang diadakan pertama kalinya oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya ini menampilkan 93 stand dari lembaga-lembaga pendidikan nonformal, informal serta kursus. Tak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh panggung hiburan yang menampilkan kemampuan-kemampuan seni para pelajar dari Kota Surabaya. (*)

Pewarta: Nadhirul Maghfiroh

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015