Jember (Antara Jatim) - Penerbangan maskapai Garuda Indonesia di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember dan Bandara Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali normal pascaerupsi Gunung Raung (3.332 mdpl).
"Alhamdulillah dua pekan terakhir aktivitas Gunung Raung tidak mengganggu rute penerbangan di Bandara Notohadinegoro, sehingga pihak Garuda bisa melayani penumpang setiap hari yang akan terbang ke Surabaya," kata General Manajer PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Area Jember, Syamsul Adnan, dalam jumpa pers di Jember, Kamis.
Pihak Garuda selalu memantau perkembangan aktivitas gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi tersebut dan selama dua pekan terakhir sudah menunjukkan aktivitas cenderung menurun, sehingga tidak mengganggu rute penerbangan.
"Penerbangan di Jember sudah berangsur normal dan mudah-mudahan tidak akan ada batal (cancel) lagi akibat erupsi Gunung Raung. Penerbangan di Jember mulai beroperasi normal sejak 5 Agustus 2015," tuturnya.
Selama Gunung Raung erupsi dan menyemburkan abu vulkanis yang mengganggu aktivitas penerbangan, pihak Garuda Indonesia Area Jember mencatat sebanyak 17 kali penerbangan batal akibat Bandara Notohadinegoro ditutup.
Aktivitas Raung, lanjut dia, sempat membuat ketidakpastian penumpang yang hendak naik pesawat untuk menuju ke Jember atau sebaliknya ke Surabaya karena ketidakpastian bandara ditutup atau dibuka akibat erupsi Raung.
"Kami selalu memantau perkembangan terbaru dari satelit baik dari Himawari maupun BMKG dan pemantauan biasanya dilakukan setiap pukul 18.00-21.00 WIB, sehingga penumpang mendapat kepastian bisa terbang atau tidak pada malam hari," paparnya.
Sementara General Manajer PT Garuda Indonesia di Banyuwangi Ismu Gito Waluyo yang hadir dalam acara jumpa pers itu mengatakan erupsi Gunung Raung menyebabkan 18 kali penerbangan Garuda dibatalkan baik untuk rute Banyuwangi-Surabaya maupun Banyuwangi-Denpasar.
"Saat ini Bandara Blimbingsari sudah beroperasi normal seiring dengan turunnya aktivitas Gunung Raung, sehingga Garuda bisa terbang dua kali dalam sehari untuk dua rute penerbangan di bandara setempat," katanya.
Ia berharap ada sinergi antara Bandara Blimbingsari Banyuwangi dengan Notohadinegoro Jember, sehingga penerbangan yang tidak tertampung di Banyuwangi bisa dicover oleh Bandara Notohadinegoro atau sebaliknya.
"Misalnya saat ada even di Jember dan tidak tertampung penerbangan ke Jember, maka bisa lewat Banyuwangi. Begitu juga sebaliknya. Apalagi jarak Jember-Banyuwangi juga tidak terlalu jauh," paparnya.(*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015