Oleh Heru Suyitno
Magelang (Antara) - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meminta kepada para taruna dan taruni Akademi Militer (Akmil) Magelang untuk menjaga dan menghormati kearifan lokal serta menghindari pernyataan kontra produktif yang dapat meresahkan masyarakat.

 "Taruna dan taruni Akmil harus menjaga kekompakan dan menjalin kerja sama yang baik dalam menjalankan tugas nantinya sehingga tercipta situasi yang kondusif. Tugas utama taruna dan taruni sekarang adalah belajar, belajar, dan belajar," katanya di Magelang, Jateng, Kamis.

Menhan menyampaikan hal tersebut saat memberikan pengarahan kepada seluruh taruna dan taruni Akmil di Gedung Lily Rochli Akmil. Hadir dalam acara tersebut, antara lain Gubernur Akmil Mayjen TNI Sumardi, Wagub Akmil Brigjen TNI Sudirman, dan para Pejabat Distribusi Akmil serta para pengasuh taruna Akmil.

 Ryamizard mengatakan taruna taruni yang nantinya menjadi seorang prajurit harus bisa menjaga disiplin diri dan disiplin satuan sehingga terbentuk prajurit yang tanggap, tanggon dan trengginas.

 Taruna taruni yang nantinya mengoperasikan senjata serta alutsista, katanya harus dapat memelihara dan menjaga alutsista yang dibiayai APBN sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada bangsa dan Negara.

Ia menjelaskan tentang dinamika perkembangan lingkungan strategis dengan berbagai ancaman, antara lain ancaman militer konflik terbuka atau perang konvensional yang belum nyata.

Kemudian ancaman nonmiliter yang sudah nyata, yaitu terorisme dan radikalisme, separatis dan pemberontakan, bencana alam, pelanggaran perbatasan, perompakan dan pencurian sumber daya alam, wabah penyakit, perang 'cyber' dan intelijen, dan peredaran serta penyalahgunaan narkoba.(*)

Pewarta: Supervisor

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015