Jerusalem (Antara/AFP) - Angkatan udara Israel, Minggu pagi, menyerang Jalur Gaza untuk kedua kalinya dalam tiga hari setelah serangan roket baru dari wilayah itu ke Israel selatan, kata militer.

       Pesawat menyerang "infrastruktur teroris" di utara Gaza, menurut sebuah pernyataan militer, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

       Pemerintah juga memerintahkan penutupan perbatasan Erez dan Kerem Salom sampai pemberitahuan lebih lanjut.

       Roket jatuh di lapangan terbuka di selatan pelabuhan Ashkelon, yang juga menjadi target tiga roket yang ditembakkan pada Rabu malam.

       Tentara mengatakan tidak ada korban.

       Pada Jumat malam, militer mengerahkan sistem pertahanan udara "Iron Dome" di seluruh Ashkelon sebagai tindakan pencegahan, kata media Israel.

       Roket dari Gaza pada 26 Mei juga memicu serangan udara balasan.

       Tidak ada yang terluka di kedua sisi dalam kedua serangan itu.

       Media Israel mengatakan putaran terakhir serangan roket bisa terkait dengan pertikaian antara penguasa Hamas di Gaza dan kelompok  garis keras pesaingnya.

       Pada hari Selasa, pasukan keamanan Hamas menembak mati pemimpin Salafi di Kota Gaza selama konfrontasi saat Hamas meningkatkan aksi terhadap kelompok-kelompok ekstremis.

       Sejak musim panas lalu, ketika Israel dan Hamas terlibat perang di dan sekitar Gaza, telah ada tanda-tanda pertumbuhan kerusuhan internal antara pasukan keamanan Hamas dan kelompok-kelompok ekstremis sempalan.

       Salafi adalah Muslim Sunni yang mempromosikan gaya hidup yang ketat didasarkan pada awal "leluhur yang saleh". Di Gaza, mereka telah secara terbuka menunjukkan kebencian mereka kepada Hamas atas kepatuhannya pada gencatan senjata diam-diam dengan Israel dan kegagalan untuk menerapkan hukum Islam.(*)

Pewarta: Supervisor

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015