Sidoarjo (Antara Jatim) - Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Saiful Ilah menyatakan jika pembangunan sektor pertanian masih menjadi arah kebijakan daerah di tengah pesatnya perkembangan industri saat ini.

"Sesuai dengan peraturan daerah tata ruang, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menetapkan beberapa lokasi sebagai kawasan konservasi pertanian," katanya saat selamatan penggilingan tebu Pabrik Gula (PG) Watoetoelis, Prambon, Sidoarjo, Senin.

Ia mengemukakan, kawasan pertanain tersebut akan tetap dipertahankan sebagai lahan pertanian dan tidak untuk pembangunan industri.

"Saat ini luas lahan tebu di Kabupaten Sidoarjo sekitar 5.691 hektar. Dengan luasan tersebut,  produksi tebu di Kabupaten Sidoarjo tahun 2014 lalu tercatat lebih dari 682 kuintal perhektar. Dengan rendemen rata-rata sebesar 7,37 persen dan produksi gula di Kabupaten Sidoarjotahun lalu rata-rata mencapai 50 kwintal perhektar," katanya.

Menuruntya, hasil produksi gula ini harus tetap di tingkatkan untuk memenuhi kebutuhan gula di masyarakat, mengingat produksi gula nasional saat ini masih belum dapat mencukupi kebutuhan.

"Oleh karena itu kami berharap kemandirian ekonomi, dengan mendayagunakan segenap potensi  yang dimiliki dapat dibangun. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan produksi gula nasional," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengatakan bahwa keberadaan industri gula di tanah air merupakan salah satu sumber daya yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

"Industri gula saat ini dihadapkan pada beberapa tantangan permasalahan. Di antaranya infrastruktur industri yang rata-rata sudah relatif tua yang berakibat pada menurunnya produktivitas industri," katanya.

Selain itu, kata dia, persoalan gula dan tebu merupakan masalah klasik yang memerlukan kepedulian bersama.

"Sehingga, masalah umum seperti luasan lahan, produktivitas tebu, rendemen, produktivitas gula, maupun harganya yang selalu mengalami perubahan dan tertekan persaingan, secara bertahap dapat diatasi bersama," katanya.

Ia mengajak kepada semua pihak yang terkait dengan produktivitas gula untuk mengkaji secara mendalam hal-hal yang menjadi permasalahan industri gula nasional.

"Dengan mengembangkan sikap-sikap yang lebih terbuka, ia yakin sektor pertebuan dan pergulaan di tanah air dapat eksis kembali." katanya.(*)

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Akhmad Munir


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015