Tulungagung (Antara Jatim) - Jajaran Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur, menangkap seorang remaja yang diduga telah membunuh neneknya sendiri dengan cara dipukul dengan benda tumpul serta dijerat di bagian leher hingga tewas, Selasa. Kapolsek Rejotangan AKP Alpogohan mengemukakan pelaku yang diidentifikasi bernama Nur Rohmad (22) langsung diamankan oleh unit reserse dan kriminal, begitu jasad neneknya, Markinem (100) yang sempat dilaporkan hilang, ditemukan terkubur di samping rumahnya di Desa Rejotangan. "Pelaku langsung kami bawa ke polsek untuk dimintai keterangan," terang Alpogohan. Hasil penyidikan sementara, lanjut dia, Nur Rohmad telah mengakui membunuh neneknya yang sudah renta dan tidak bisa berjalan. Namun apa motif sebenarnya tindakan nekatnya itu, Nur yang diketahui pernah dibawa ke rumah sakit jiwa karena mengalami depresi berat, sampai saat ini belum diketahui. "Kami perlu ada masukan dari psikiater dulu untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku," ujarnya. Peristiwa pembunuhan yang sempat membuat gempar warga Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan itu bermula ketika Sunarti (55) anak korban, mendapati ibunya yang sudah renta dan tidak bisa berjalan tidak ada di atas dipan rumah tempat biasanya terbaring. Merasa curiga, Sunarti yang selama ini menyuapi dan memandikan ibunya lalu melaporkan kejadian tersebut pada warga sekitar. Tak berapa lama dilakukan pencarian, tutur Sunarti, warga menemukan gundukan tanah setinggi setengah meter di samping rumah korban. Warga lalu membongkar gundukan tersebut menggunakan tangan biasa, dan menemukan jasad Markinem yang sudah tidak bernyawa. Tubuh korban saat ditemukan dalam posisi membungkuk karena lubang galiannya kurang dalam. Kasus itu lalu dilaporkan ke pihak berwajib hingga akhirnya jasad korban devakuasi dan dibawa menuju RSUD dr Iskak untuk dilakukan visum. "Dari tubuh korban ditemukan bekas luka di kepala bagian belakang. Diduga korban dipukul dengan benda keras. Kami juga mengidentifikasi ada sedikit bekas jeratan di leher. Untuk memastikan, kami bawa ke rumah sakit dulu untuk divisum," kata Alpogohan. (*)

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015