Surabaya (Antara Jatim) - Direktur Utama Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Dr dr Fachmi Idris M.Kes menilai Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya bisa menjadi "model" untuk pelaksanaan BPJS yang terbaik di rumah sakit swasta.
"Ketika yang lain ribut dengan BPJS, bahkan ada yang bilang defisit ikut BPJS, maka RSI Surabaya bisa menjadi contoh yang baik, bahkan RSI Surabaya sudah bermitra dengan kami saat masih Askes," katanya saat 'blusukan' ke RSI Jemursari Surabaya, Kamis.
Didampingi Ketua Yayasan RSI Surabaya (Yarsis) Prof Mohammad Nuh, Direktur RSI Ahmad Yani dr Syamsul Arifin MARS, dan Direktur RSI Jemursari Prof Rochmad Romdoni, ia mengaku sudah membuktikan hal itu melalui "blusukan" ke ruang hemodialisa (HD/cuci darah), ruang pelayanan dan loket pendaftaran pasien umum dan BPJS.
"Saya sudah bertemu dan berbicara dengan pasien dari Kebraon (Surabaya) yang namanya Margono. Selama dua tahun Margono cuci darah harus mengeluarkan uang Rp6 juta per bulan hingga terpaksa jual rumah," kata Fachmi Idris.
Hal itu terjadi, karena dua tahun melakukan cuci darah bisa menghabiskan hampir Rp150 juta, tapi hal itu kini tidak perlu terulang, karena dengan iuran Rp59.500 per bulan (kelas 1), maka Margono bisa melakukan cuci darah seminggu dua kali secara gratis.
"Kerja sama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan itu tidak akan membuat rumah sakit merugi, bahkan dengan pengelolaan dan manajemen yang baik, rumah sakit bisa surplus. Contohnya RSI ini, mana ada kata rugi menerima pasien BPJS Kesehatan," tukasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan RSI Surabaya Prof Mohammad Nuh mengaku selama ini RSI Jemursari maupun RSI Ahmad Yani Surabaya sudah mendukung penuh BPJS Kesehatan, karena RSI memiliki misi yang sama dengan BPJS yakni membantu masyarakat.
"Di sini ada 50 persen pasien lebih yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Tagihan tiap bulan bisa mencapai miliaran rupiah. Untuk RSI Jemursari mencapai Rp6 miliar hingga Rp7 miliar, sedangkan RSI Ahmad Yani mencapai Rp2,2 miliar hingga Rp2,5 miliar (setiap bulan)," katanya. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015