Surabaya (Antara Jatim) - Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menambah Pos Angkatan Laut (Posal) di Perairan Utara Bali untuk mengantisipasi ancaman keamanan dan menegakkan hukum di wilayah kerja Koarmatim.
Kepala Dispenarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Surabaya, Selasa, menyatakan Posal Sangsit itu diresmikan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar Kolonel Laut (S) Julius Widjojono pada Kamis (15/1) lalu.
Dalam sambutannya, Danlanal Denpasar itu mengatakan peresmian Posal Sangsit merupakan bagian dari penjabaran Program Kabinet Kerja Presiden Jokowi terkait pengamanan wilayah maritim yang perlu diperkuat.
"Hal tersebut karena di kawasan perairan Utara Bali merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas nelayan yang cukup padat dan terbuka," katanya.
Ia mengharapkan dengan adanya kantor bersama Posal Sangsit akan bisa menjadi kepanjangan tangan Lanal Denpasar, sehingga setiap informasi maupun kejadian seperti kecelakaan, penyusupan, dan lainnya bisa segera diteruskan kepada Komando Armada RI Kawasan Timur untuk bisa segera ditindaklanjuti dengan cepat.
"Buleleng merupakan salah satu kota bahari tertua di Bali, dengan hadirnya Posal Sangsit yang berada di wilayah Kabupaten Buleleng maka penjagaan laut akan menjadi lebih kuat," katanya.
Selain itu, wilayah pantai utara adalah kawasan habitat penyu, sehingga Posal tersebut akan mampu meredam penyelundupan dan perdagangan penyu yang diduga marak di Bali.
Acara peresmian Posal Sangsit itu dihadiri Wakil Bupati Buleleng, Kapolres Buleleng, Komandan Batalyon 900 Rider IX/Udayana, Dan Secata RindamIX/Udayana, Kepala SPN Singaraja, Sekwilda Kabupaten Buleleng, Kadis Periakanan Kabupaten Buleleng, Dandim 1609 Buleleng, Tokoh Adat serta perwakilan nelayan setempat.
Sementara itu, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya melaksanakan serah terima jabatan dua kapal perang yakni Komandan KRI Warakas ¿ 816 dan Komandan KRI Katon-810.
Serah terima komandan kapal perang yang digelar di geladak KRI Katon-810 pada Senin (19/1) itu dipimpin oleh Komandan Satuan Keamanan Laut (Dansatkamla) Lantamal V Mayor Laut (P) Nurrozi S.Kel.
Komandan KRI Warakas-816 diserahterimakan dari Kapten Laut (P) Mohamad Rajiman kepada Kapten Laut (P) Darmawan Wijaksono, sedangkan Komandan KRI Katon-810 diserahterimakan dari Kapten Laut (P) Sandra Yuni Winarno kepada Kapten Laut (P) Budi Utomo.
KRI Warakas dan KRI Katon-810 yang memiliki panjang 36 meter itu merupakan kapal perang jenis Patroli Cepat (PC) 36 buatan Fasharkan TNI AL dan merupakan unsur Satkamla Lantamal V Suarabaya.
Kapal patroli cepat ini ringan dan mampu beroperasi di kawasan air dangkal yang tidak mampu dihampiri oleh kapal perang biasa dengan kecepatan laju mencapai 31 knot/mil. KRI Warakas merupakan kapal untuk patroli dengan kecepatan yang tinggi dan mampu bertindak sebagai peninjau dalam pertempuran kapal ke kapal di permukaan laut "anti-surface warfare".
KRI Warakas-816 biasa digunakan kegiatan Admiral Inspection dalam rangka serah terima jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) maupun Pangarmatim. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015