Surabaya (Antara Jatim) - Sebanyak empat mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) menjadi mahasiswa politeknik yang pertama menerima program beasiswa "double degree" (gelar ganda) ke Prancis yang disebut Beasiswa Unggulan Kemdikbud.
"PPNS merupakan politeknik yang pertama, karena kerja sama dengan universitas di Prancis selama ini belum ada yang dari politeknik dan bukan kerja sama 'double degree'," kata Koordinator Beasiswa Unggulan Kemdikbud Dr.rer.nat AB Susanto MSc di Surabaya, Minggu.
Ditemui menjelang penyerahan Beasiswa Unggulan Kemdikbud di hadapan ratusan orang tua mahasiswa baru PPNS di Grha Dewa Ruci PPNS, ia menjelaskan program beasiswa khusus mahasiswa politeknik itu merupakan "wasiat" almarhum Direktur PPNS Ir Muhammad Mahfud M.MT FRINA.
"Itu program beasiswa 'double degree' yang digagas almarhum Muhammad Mahfud untuk mengantisipasi perkembangan zaman agar mahasiswa politeknik tidak hanya memiliki pengalaman studi di dalam negeri," kata staf Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kemdikbud itu.
Dengan beasiswa berpola 3:1 atau tiga tahun studi di Indonesia dan setahun studi di Prancis itu juga dimaksudkan untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. "Kalau mahasiswa politeknik tidak tahu luar negeri akan sulit memenangkan persaingan pada 2015 itu," katanya.
Keempat mahasiswa PPNS yang mengawali program beasiswa "double degree" ke Prancis adalah Dyah Apretta Rahmasari (D4 Teknik Otomasi) ke Université d'Orléans; Irwinanda Satria Putra (D4 Teknik Otomasi) ke Université d'Auvergne; Bimantara Adi Withaka (D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja) ke Université du Littoral Cote D¿Opale; dan Dynar Hyldajune Rizky Anjani(D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja) ke Université de Caen Basse Normandie. Rencananya, mereka berangkat pada 30-31 Agustus.
"Saya senang sekali, karena kami berempat mendapatkan beasiswa itu melalui perjuangan yang tidak mudah, jadi rasanya lega. Itu karena kuliah kami d PPNS pada jam 07.00-15.00 WIB, lalu kami harus les Bahasa Prancis yang diselenggarakan IFI (Institut Français Indonesia) di AJBS pukul 16.00-21.00 WIB dari Senin hingga Jumat selama lima bulan," kata Bima yang kelahiran Surabaya itu. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014