Malang (Antara Jatim) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Jawa Timur, mengajak seluruh lapisan masyarakat di daerah itu untuk membentengi pelajar dan mahasiswa dari segala godaan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). "Pelajar dan mahasiswa (generasi muda), termasuk di Kota Malang menjadi salah satu sasaran terbesar penyebaran ideologi tersebut karena di kota ini jumlah mahasiswa dan pelajarnya mencapai ratusan ribu jiwa. Kondisi ini sangat rawan, sehingga harus ada benteng yang kuat dari masyarakat," kata Kepala Bakesbangpol Kota Malang, J Hartono, Sabtu. Ia mengemukakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Malang untuk menangkal dan membentengi generasi muda dari pengaruh ISIS tersebut, di antaranya adalah bekerja sama dengan berbagai organisasi, tokoh agama, karang taruna maupun tokoh masyarakat. Salah satu kegiatan berbagai elemen masyarakat untuk menangkal masuknya aliran yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut, lanjutnya, adalah melakukan penanaman nilai-nilai luhur Pancasila dan Kebangsaan. Menurut Hartono, dirinya beberapa kali menerima informasi bahwa jaringan ISIS sudah mulai menyasar siswa (pelajar) dan mahasiswa, bahkan pernah ditemukan bendera ISIS ditempel di kawasan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Namun, setelah dicek dan dikonfirmasi pada masyarakat, ternyata bendera itu sudah sangat lama, tapi warga tidak tahu kalau itu bendera ISIS. "Sekarang sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan kelompok yang melakukan kegiatan mencurikan di wilayahnya, apalagi kalau ada dugaan itu gerakan ISIS," tegasnya. Sementara Wali Kota Malang Moch Anton belum lama ini mengemukakan dirinya akan mengumpulkan seluruh guru agama sekolah swasta dan negeri yang ada di daerah itu. "Setelah perayaan HUT RI nanti kami akan kumpulkan seluruh guru agama untuk melakukan sosialisasi dan pemahaman yang benar terkait ISIS ini agar tidak sampai ada salah persepsi yang bisa meracuni pemikiran pelajar," tegasnya. (*)

Pewarta:

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014