Madiun (Antara Jatim) - Harga elpiji tiga kilogram di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, naik dari biasanya Rp15 ribu sampai Rp16 ribu menjadi Rp18 ribu sehingga membuat resah para penjual dan pembeli. Pengecer elpiji di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Purwati, Jumat, mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi sejak sebulan terakhir. "Saat ini harga eceran elpiji ukuran tiga kilogram bisa mencapai Rp18.000 per tabung. Padahal biasanya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp16.000 per tabung," ujar Purwati kepada wartawan. Selain harganya naik, pasokan elpiji bersubsidi tersebut dari pihak agen dan pangkalan juga mengalami penurunan. Sebelumnya, ia bisa mendapatkan pasokan hingga 18 tabung setiap dua hari sekali. Namun saat ini hanya mendapatkan enam tabung saja. "Pasokan dari agen juga turun drastis. Bahkan turun hingga 50 persen lebih. Kondisi ini sudah berlangsung hampir satu bulan lamanya," kata Purwati. Ia menilai tersendatnya pasokan elpiji tersebut dipicu oleh banyaknya permintaan menjelang bulan Ramadhan. Diperkirakan kondisi tersebut akan bertahan hingga lebaran mendatang. Pengelola pangkalan elpiji di wilayah setempat, Yanto, mengatakan, terjadi peningkatan permintaan elpiji sejak beberapa pekan terakhir. Permintaan elpiji ukuran tabung tiga kilogram meningkat hingga 10 persen di tokonya. "Memang bertambah penjualannya. Mungkin saja karena sebentar lagi mau puasa dan lebaran. Biasanya juga begitu kalau menjelang hari raya," kata Yanto. Pengurus Himpunan Wiraswasta Usaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Madiun, Widodo, membenarkan adanya peningkatan penjualan elpiji. "Permintaan elpiji ukuran tabung tiga kilogram di wilayah Madiun dan sekitarnya meningkat hingga 20 persen. Pemicunya adalah tingginya pola konsumsi di masyarakat menjelang puasa dan lebaran," kata Widodo. Meski terjadi peningkatan penjualan, pihaknya optimistis stok elpiji bersubsidi di Madiun dan sekitarnya aman. Jika ternyata mengalami kekurangan, pihaknya akan meminta Pertamina untuk menambah pasokannya. (*)

Pewarta:

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014