Jember (Antara Jatim) - Ribuan pelayat mengantar jenazah salah seorang Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang juga pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum, Desa Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur, KH Chotib Umar, Senin pagi. "Rumah duka penuh sesak dipadati warga nahdliyin dari berbagai daerah sejak Minggu (8/6) malam dan tak henti-hentinya bacaan tahlil mengiringi kepergian beliau hingga di pemakaman keluarga sekitar Pesantren Raudlatul Ulum," kata Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember Ayub Junaidi usai menghadiri pemakaman almarhum. Ulama kharismatik tersebut wafat pada usia 74 tahun di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember pada Minggu (8/6) petang, setelah mendapat perawatan selama lima hari di rumah sakit setempat. "Ribuan pelayat terus berdatangan ke rumah duka untuk untuk mendoakan dan mengantar almarhum ke tempat peristihatan terakhir," ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. Banyaknya pelayat yang datang berbondong-bondong ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada kiai sepuh NU tersebut menyebabkan akses jalan menuju Pesantren Raudlatul Ulum harus ditutup oleh aparat kepolisian, sehingga akses jalan dialihkan ke jalur lain. Ayub mengaku sangat kehilangan sosok kiai kharismatik yang dekat dengan almarhum Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu karena selama ini KH Chotib Umar menjadi panutan warga nahdliyin di Kabupaten Jember dan sekitarnya. "Dalam setiap momentum apapun, beliau selalu berpesan kepada anggota Ansor dan Banser, untuk selalu menjadi barisan terdepan membela NU dan itu akan menjadi amanat yang akan kami laksanakan," tuturnya. Adik kandung almarhum KH Lutfi Umar mengatakan kakaknya meninggal dunia karena penyakit komplikasi yang diderita sudah lama di antaranya penyakit jantung dan almarhum menghembuskan napas terakhir di RSD dr Soebandi Jember. "Beliau sudah sering keluar masuk rumah sakit karena penyakit komplikasinya itu dan beliau meninggal setelah mendapat perawatan lima hari di RSD dr Soebandi Jember," katanya.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014