Malang (Antara Jatim) - Sedikitnya lima tim asal Jawa Timur didiskualifikasi dari babak penyisihan Danone Nation Cup 2014 yang digelar di Stadion Gajayana Kota Malang, karena pencurian umur. "Selama proses babak penyisihan (Jumat dan Sabtu, 7-8/2), ada lima tim yang terpaksa didiskualifikasi oleh panitia karena terjadi kasus pencurian umur pemain," kata Sekretaris PSSI Kota Malang Haris Tofly disela-sela babak penyisihan Danone Nation Cup (DNC) 2014 di Stadion Gajayana Malang, Sabtu. Haris mengatakan kalau dalam satu tim ada dua pemain yang tidak lolos 'screening', tim bersangkutan otomatis tidak lolos. Pelaksanaan Aqua DNC 2014 ini, panitia memang memperketat 'screening' dengan melibatkan dokter yang melakukan pemeriksaan fisik guna mencegah lolosnya pencurian umur. Kelima tim yang didiskualifikasi tersebut adalah Suryanaga Jember, Bangunsari Surabaya, Macan Selatan Jember, Ken ARok Malang serta Mandiri Pasuruan. Pada babak penyisihan zona Jatim tersebut diikuti oleh 48 tim. Karena lima tim didiskualifikasi, maka tim yang bersaing memperebutkan tempat untuk bisa mengikuti penyisihan tingkat nasional tinggal 43 tim. Sementara tim dari Malang raya yang mengikuti babak penyisihan ada 12 tim, namun karena tim Ken Arok didiskualifikasi, maka hanya tinggal 11 tim. "Saya juga menyayangkan gagalnya tim Ken Arok mengikuti seleksi, apalagi Ken Arok kan sebagai juara bertahan yang mewakili Jatim di tingkat nasional tahun lalu," ujarnya. Babak penyisihan Aqua DNC 2014 di Stadion Gajayana, ke-43 tim dari Jatim akan bermain dengan sistem grup, yakni ada tiga tim untuk setiap grup. "Juara grup akan langsung lolos babak 16 besar yang digelar besok (Minggu, 9/2)," katanya. Selanjutnya, juara babak 16 besar itu nanti berhak mengikuti seleksi tingkat nasional mewakili Jatim. Seleksi di tingkat nasional akan memperebutkan satu tiket ke Brazil untuk mewakili Indonesia. Sementara pelatih Timnas U-23 Aji Santoso yang menghadiri kompetisi Aqua DNC 2014 di Stadion Gajayana Malang mengatakan turnamen yang diikuti pemain muda tersebut memiliki peran penting pada pembinaan pemain usia muda, terutama dalam membentuk skill bermain sepak bola. Menurut dia, usia 7 hingga 8 tahun merupakan umur yang ideal bagi anak untuk memulai belajar bermain sepak bola. Sementara di usia 12 tahun, anak sudah harus diperkenalkan teknik-teknik belajar sepak bola. "Saya berharap berharap ajang Aqua DNC 2014 ini tidak semata-mata hanya untuk mencari pemenang, namun lebih mengedepankan pembinaan sepak bola usia muda. "Dalam sepak bola, level tertinggi adalah visi bermain, jika punya visi bermain pasti skill juga akan bagus," katanya. Target kemenangan, tegasnya, boleh-boleh saja, tetapi jangan sampai mengorbankan pembinaan. Sebab, kalau hanya mementingkan kemenangan, kasus pencurian umur akan marak terjadi, ini yang harus dihindari.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014