Jember (Antara Jatim) - Aparat Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran Pasar Kreongan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin malam.
Tujuh kios milik pedagang di Pasar Kreoangan ludes terbakar yakni dua kios milik Ahmad Turmudi, satu kios milik Sukarma, dua kios milik Kusminingsih, satu kios milik Sumiati, dan satu kios milik Siti Mulyani.
Kanit Resrim Kepolisian Sektor (Polsek) Patrang, Ipda Dwiko Sulistiono, Selasa, mengatakan polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi (police line) di lokasi terbakarnya sejumlah kios di Pasar Kreongan.
"Api berasal dari dalam kios, sehingga dugaan sementara penyebab kebakaran adalah konsleting arus pendek listrik dari kios milik Ahmad Turmudi," tuturnya.
Berdasarkan keterangan saksi mata, lanjut dia, titik api berasal dari salah satu kios yang menyala tidak terlalu besar dan kondisi pasar tersebut basah akibat hujan gerimis yang turun di kawasan setempat.
"Awalnya api masih kecil, namun tiba-tiba angin cukup kencang menyebabkan titik api semakin membesar dan merembet ke kios lainnya, sehingga menyebabkan warga di sekitar pasar panik," paparnya.
Menurut dia, warga sudah menghubungi pemadam kebakaran untuk mengantisipasi merembetnya titik api, namun dua unit PMK baru datang satu jam kemudian dan tujuh kios sudah ludes terbakar.
"Kami masih belum menghitung total kerugian akibat kebakaran itu karena pemilik kios sebagian masih belum dimintai keterangan. Namun, salah satu pemilik kios mengaku kerugiannya mencapai Rp500 juta karena memiliki dua kios," katanya.
Sementara Kepala Pasar Kreongan Sudarno mengatakan jumlah kios yang terbakar sebanyak sembilan unit, namun tujuh unit yang ludes terbakar.
"Kami sudah melakukan pendataan terhadap pedagang yang kiosnya terbakar dan data tersebut diserahkan ke aparat kepolisian," katanya.
Ia mengaku belum mengetahui penyebab terbakarnya sejumlah kios di Pasar Kreongan karena masih diselidiki oleh aparat kepolisian setempat.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013