Kuala Lumpur, (Antara/Reuters) - Penyanyi pop Amerika Serikat Ke$ha telah dipaksa untuk membatalkan konsernya yang akan berlangsung Sabtu di Malaysia setelah pihak berwenang mengatakan konsernya akan melemahkan kepekaan keberagamaan dan kebudayaan.
"Kami bingung untuk mengkonfirmasi bahwa acara (di stadion Kuala Lumpur) itu akan dibatalkan," kata penyelenggara konser Livescape dalam sebuah pernyataan.
Dia menambahkan bahwa pihaknya kehilangan 1,1 juta ringgit (350.000 dolar AS) karena larangan itu.
Livescape mengatakan telah menerima surat dari pemerintah mengenai keputusan untuk melarang konser "at the 11th hour" pada Jumat, meskipun setuju untuk "memodifikasi acara yang sesuai dengan kebudayaan dan kepekaan orang Malaysia".
Kementerian Komunikasi dan Multimedia mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat Jumat, bahwa pihaknya telah menolak aplikasi untuk konser dengan alasan bahwa itu "menyentuh sensitivitas agama dan nilai-nilai budaya Malaysia".
Serial acara reality Ke$ha di MTV "My Crazy Beautiful Life" telah menampilkan perilaku aneh di masa lalu, termasuk minum air kencing sendiri.
Beberapa lagunya merujuk pada seks dan alkohol, yang dianggap tabu oleh sebagian besar umat Islam.
Livescape mengatakan telah membuat penyesuaian lirik lagu Ke$ha, perubahan pakaian, telah dimodifikasi daftar set untuk secara khusus mematuhi pedoman yang ditetapkan oleh pihak berwenang.
Bulan lalu, Malaysia menarik stiker konser yang direncanakan oleh kelompok heavy metal Amerika Serikat Lamb of God setelah otoritas Islam menyatakan musik band itu menyinggung rasa keberagamaan.
Untuk menghindari risiko bisnis dan larangan serupa, Livescape mengatakan: "Kami mendorong pemerintah untuk terlibat dalam dialog produktif dengan promotor lokal guna menghindari situasi saat ini tidak berulang."
Muslim membentuk 60 persen dari multi-etnis Malaysia yang berpenduduk 28 juta orang, sedangkan pemeluk Kristen sekitar sembilan persen.
Tetapi kadang-kadang secara konservatif berteriak atas konser seniman-seniman Barat yang mereka tuduh mempromosikan pergaulan bebas, merusak orang muda atau menyinggung sensitivitas agama, meskipun sebagian besar konser biasanya berlangsung aman.
Superstar musik Beyonce telah dua kali membatalkan pertunjukan di Malaysia karena kecaman gambar, sementara konser penyanyi Amerika Erykah Badu juga dibatalkan oleh otoritas tahun lalu setelah muncul foto yang menunjukkan dia menampilkan tulisan "Allah" dalam bahasa Arab yang dilukis di tubuhnya. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013