Kediri (Antara Jatim) - Jaringan GusDurian (pengikut Gus Dur) Jawa Timur mendesak agar Gubernur Jatim tegas memulangkan para pengungsi Sampang yang sampai saat ini tinggal di rumah susun Jemundo, Sidoarjo. "Pemerintah harus konsisten. Selama ini Pemprov Jatim kami nilai gagal karena tidak konsisten membela dan tidak serius," kata Kordinator Jaringan GusDurian Jawa Timur Aan Anshori kepada Antara, Rabu. Ia mengatakan konflik yang sampai menyebabkan warga minoritas di Sampang itu melibatkan banyak lapisan. Peran serta pemerintah cukup tinggi untuk penanganan. Terlebih lagi, saat ini sudah ada ikrar damai di antara warga Sampang yang sedang berkonflik tersebut. "Para pelaku penyerangan sudah meminta maaf dan mengaku lelah dan sesungguhnya para pengungsi pun siap pulang," katanya. Pihaknya justru khawatir dengan sikap para elit di Sampang. Jika masyarakat yang bertikai sudah mengikrarkan untuk damai, bukan berarti para elit juga semuanya sudah bersikap demikian. Aan mengatakan upaya penghasutan itu sangat tidak dibenarkan. Terlebih lagi, sampai membuat masyarakat banyak terlibat, yang menyebabkan adanya pergesekan di antara mereka. Ia meminta, pemerintah tegas agar kasus pertikaian yang sampai mengakibatkan korban jiwa tidak terjadi lagi di Sampang. Ia yakin bisa, karena aparat pun tegas dalam mengatasi konflik kelompok yang hampir serupa di Puger, Kabupaten Jember. "Kami minta, pemerintah tegas pada berbagai upaya penghasutan dan tidak membiarkannya," tegas Aan. Pihaknya berencana menemui Kapolda serta Pangdam terkait dengan keberadaan para pengungsi Sampang. Ia berharap, aparat bersedia untuk memastikan keamanan serta situasi dan kondisi di Sampang, yang diharapkan bisa berlangsung dengan lancar dan aman. Sebelumnya, warga Sampang terlibat perselisihan paham. Kerusuhan sempat terjadi, bahkan mengakibatkan dua orang tewas dalam insiden tersebut. Kedua orang itu adalah Thohir (40) dan Muhammad Khosim (45). Deklarasi itu ditandai dengan pembacaan ikrar damai di Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo. Pembacaan itu merupakan kemauan dari warga sendiri dan mereka ingin membangun kembali kehidupan berumah tangga seperti semula. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013