Surabaya (Antara Jatim) - Sebanyak 306 orang pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Lokal Surabaya tidak mendaftar ke Panitia SBMPTN Lokal Surabaya secara "daring" (dalam jaringan atau "online"), meski mereka sudah membayar. "Kemungkinannya, ratusan pendaftar SBMPTN yang tidak mendaftar itu disebabkan pendaftar sudah diterima lewat jalur SNMPTN dan mendaftar SBMPTN hanya untuk berja-jaga," kata anggota Humas SBMPTN Lokal Surabaya Dr MG Bagus Ani Putra Psi di Surabaya, Minggu. Namun, kata dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, mungkin juga pendaftar sudah "kalah sebelum berperang" karena takut dengan peta persaingan yang cukup ketat, sehingga ia mundur, meski sudah membayar Rp175.000 per kategori (saintek/soshum) dan khusus campuran (saintek dan soshum) Rp200.000. Hingga penutupan pendaftaran pada Sabtu (8/6) pukul 22.00 WIB tercatat 37.711 pendaftar yang terdiri dari pendaftar jurusan saintek (sains dan teknologi) sebanyak 16.525 orang, jurusan soshum (sosial dan hukum) sebanyak 14.118 orang, dan pendaftar jurusan campuran (saintek dan soshum) sebanyak 7.068 orang. "Dari jumlah itu tercatat 6.989 pendaftar yang memilih program Bidik Misi (beasiswa pendidikan untuk mahasiswa miskin berprestasi) yakni 2.463 pendaftar Bidik Misi untuk jurusan saintek, 2.649 pendaftar Bidik Misi Soshum, dan 1.877 pendaftar Bidik Misi untuk campuran (saintek dan soshum)," katanya. Menurut dia, pendaftar sebanyak 37.711 orang itu merupakan jumlah yang menurun, karena tahun lalu mencapai 40.000-an pendaftar dan tahun ini sebenarnya ditargetkan mencapai 42.000-an orang sebagai antisipasi kekurangan ruang ujian. "Untuk ruang ujian pada tahun ini, kami sudah menyiapkan 117 ruang ujian yakni 43 ruang ujian saintek, 59 ruang ujian soshum, dan 15 ruang ujian pendaftar campuran (saintek dan soshum). Mereka akan mengikuti ujian pada 18-19 Juni mendatang," katanya. Dari pendaftar yang ada tercatat tiga siswa berkebutuhan khusus atau cacat mendaftar SBMPTN 2013 Lokal Surabaya. "Pendaftar berkebutuhan khusus memang tercatat tiga orang yakni seorang tuna netra dan dua orang cacat fisik," katanya. Ia menambahkan pendaftar cacat itu akan mengikuti ujian di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). "Untuk pendaftar jurusan soshum memang mengikuti ujian di Unesa dan sekitarnya," katanya. Sementara itu, pendaftar jurusan saintek mengikuti ujian di ITS dan sekitarnya, lalu pendaftar campur akan ujian di Unair dan sekitarnya. (*) (Foto: Humas Unair)

Pewarta:

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013