Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan pencegahan dan penanganan tuberkulosis (TB) dengan melakukan skrining di tingkat kelurahan.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Selasa menyampaikan target eliminasi TB harus lebih cepat dibandingkan target nasional yang ditetapkan pada 2030.
“Wilayah Kota Mojokerto relatif tidak terlalu luas, hanya seperti satu kecamatan di wilayah kabupaten. Sehingga, perumusan yang tepat, intervensi, pemantauan, dan pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh,” katanya di sela Kick Off Skrining Sistematis Tuberkulosis Serentak dalam Rangka Percepatan Eliminasi Tuberkulosis di Kota Mojokerto yang digelar di Puskesmas Kedundung, Kota Mojokerto.
Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menjelaskan bahwa tantangan pengendalian TB di Kota Mojokerto cukup besar mengingat karakteristik kota yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Selain itu, Kota Mojokerto juga merupakan pusat jasa dan perdagangan dengan mobilitas masyarakat yang sangat dinamis.
“Kondisi ini memungkinkan penularan TB terjadi lebih cepat apabila tidak dilakukan deteksi dan penanganan secara dini. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara masif dan sistematis,” ujarnya.
Pada kegiatan kick off tersebut, sebanyak 65 peserta mengikuti pemeriksaan dan skrining kesehatan dan ke depan Pemerintah Kota Mojokerto akan memprioritaskan pelaksanaan skrining bagi kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terhadap TB, antara lain lanjut usia (lansia), penyandang komorbid, masyarakat dengan kondisi malnutrisi, serta balita stunting.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung upaya eliminasi TB dengan meningkatkan kesadaran terhadap gejala penyakit, menjaga pola hidup sehat, serta tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami keluhan yang mengarah pada TB.
Salah satu peserta skrining Siti Rochayah warga Kelurahan Purwotengah mengaku senang dapat mengikuti pemeriksaan tersebut.
“Walaupun saya merasa sehat, dengan adanya skrining ini saya bisa mengetahui apakah menderita TB atau tidak. Jika ternyata terdeteksi TB, pengobatan bisa segera dilakukan sehingga tidak semakin parah dan tidak menular kepada orang lain,” tuturnya.
Siti menilai program skrining yang dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto sangat membantu masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
Menurutnya, layanan pemeriksaan yang semakin dekat dengan masyarakat akan mendorong lebih banyak warga untuk melakukan deteksi dini dan mendapatkan penanganan yang tepat apabila ditemukan gejala TB.
Melalui skrining sistematis yang didukung teknologi portable X-ray, Pemerintah Kota Mojokerto berharap semakin banyak kasus TB yang dapat ditemukan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efektif guna mewujudkan Kota Mojokerto yang sehat serta bebas tuberkulosis pada 2028.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026