Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 1,43 persen pada Mei 2026 dibandingkan April 2026 (month-to-month/mtm) karena naiknya harga angkutan udara serta harga pangan seperti minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, hingga beras.
"Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,06 pada Mei 2025 menjadi 111,83 pada Mei 2026," kata Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati dalam konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.
Herum mengatakan inflasi di Jatim bulan lalu dilatarbelakangi oleh beberapa faktor seperti meningkatnya biaya bahan baku industri yang diperoleh dari impor, serta kenaikan harga berbagai produk berbahan plastik yang memberikan tekanan pada harga sejumlah komoditas mulai dari peralatan elektronik dan hingga air minum kemasan.
Selain itu, dinamika harga pangan juga mempengaruhi inflasi pada Mei yaitu terbatasnya pasokan pada sejumlah komoditas pangan seperti beras, cabai, dan bawang sehingga mendorong terjadinya tekanan harga.
"Di sisi lain, pasokan daging dan telur ayam ras cenderung tercukupi walaupun permintaan menurun dibandingkan bulan sebelumnya," ujarnya.
Secara rinci, untuk angkutan udara mengalami inflasi 5,04 persen dengan andil 0,07 persen, minyak goreng inflasi 3,96 persen dengan andil 0,05 persen, bawang merah inflasi 11,5 persen dengan andil 0,05 persen, cabai rawit inflasi 10,02 persen dengan andil 0,04 persen, dan cabai merah inflasi 31,93 persen dengan andil 0,04 persen.
Berikutnya, beras mengalami inflasi 0,67 persen dengan andil 0,03 persen, laptop/notebook inflasi 2,98 persen dengan andil 0,03 persen, bahan bakar rumah tangga inflasi 1,47 persen dengan andil 0,02 persen, dan air kemasan inflasi 1,3 persen dengan andil 0,02 persen.
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami deflasi seperti emas perhiasan 3,09 persen, telur ayam ras 6,16 persen, daging ayam ras 2,4 persen, dan bawang putih 4,58 persen.
Dengan terjadinya inflasi pada Mei maka inflasi tahun ke tahun (yoy) Mei 2026 terhadap Mei 2025 tercatat sebesar 3,49 persen, sedangkan inflasi tahun kalender yaitu Mei 2026 terhadap Desember 2025 yaitu 1,43 persen.
Dari 11 kabupaten/kota di Jawa Timur keseluruhannya mengalami inflasi dengan tertinggi dialami Surabaya sebesar 0,37 persen dan terendah dialami Kota Probolinggo sebesar 0,03 persen sedangkan daerah lain seperti Madiun inflasi 0,35 persen, Kediri 0,35 persen, dan Bojonegoro 0,29 persen.
Kemudian Jember 0,19 persen, Tulungagung 0,19 persen, Malang 0,18 persen, Banyuwangi 0,18 persen, Gresik 0,17 persen, dan Sumenep 0,16 persen.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026