Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Graha Nusantara SMA Negeri 2 (SMADA) Surabaya sebagai simbol penguatan kebangsaan yang lahir dari gotong royong alumni untuk mendukung pendidikan berkualitas dan semangat persatuan berlandaskan Pancasila.

"Hari ini adalah hari yang akan membangun penguatan kita sebagai sebuah bangsa. Alumni SMADA yang sekarang beraktivitas mengabdikan diri dari berbagai profesi di berbagai sektor. Hari ini hatinya Merah Putih, pikirannya Merah Putih dan gerakannya juga Merah Putih. SMADA luar biasa kontribusinya," ucap Khofifah di Surabaya, Selasa.

Khofifah mengatakan SMA Negeri 2 Surabaya memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa, karena pernah menjadi tempat menimba ilmu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang.

"Presiden RI pertama Bung Karno tercatat pernah ditempa di lingkungan SMADA. Secara nasab pemikiran, beliau meyakini ada aliran kekuatan terhadap karakter dan nilai kebangsaan bagi ikatan alumni dan siswa yang sedang belajar dalam mengawal perjalanan bangsa Indonesia ke depan," katanya.

Ia mengajak seluruh pihak terus menjaga semangat kolaborasi dan dedikasi untuk masyarakat, bangsa, dan negara melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan.

"Ketika panjenengan sudah menyatukan dan bergandengan tangan, menguatkan semangat, sesungguhnya SMADA telah memberikan dedikasi dari kontribusi untuk masyarakat bangsa negara," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengumumkan rencana revitalisasi 15 ruang kelas SMA Negeri 2 Surabaya dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Rp781 juta dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

"Saat nantinya Indonesia Emas 2045, insya Allah yang mendapatkan posisi pos strategis di negeri ini sebagian besar adalah anak-anak Jawa Timur. Kita ingin menyiapkan Jawa Timur Juara, pantas menjadi juara dan memang kita sudah jadi juara," katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Surabaya Nora Lelyana mengatakan pembangunan dan renovasi Graha Nusantara sepenuhnya berasal dari gotong royong alumni lintas angkatan dengan total biaya sekitar Rp3 miliar.

"Pembangunan Graha Nusantara ini murni dari gotong royong dari para alumni yang diharapkan bisa menjadi sebagai sebuah legacy. Dari yang berkapasitas 150 orang, sekarang menjadi 400 orang dengan posisi teater," katanya.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026