Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban hanyut di Sungai Brantas asal Blitar, Jawa Timur, yakni Isnaini (50) dalam keadaan meninggal dunia.

Search Mission Coordinator (SMC) TIM SAR dalam operasi pencarian korban, Nanang Sigit mengatakan tim melakukan pencarian selama tiga hari usai korban dilaporkan terhanyut sejak Senin (18/5) di Sungai Brantas. Korban Isnaini (50), asal Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar akhirnya berhasil ditemukan meninggal dunia.

"Jenazah korban ditemukan di aliran Sungai Brantas dengan jarak sekitar 16,9 kilometer dari lokasi awal kejadian tenggelam," katanya dalam keterangannya di Blitar, Rabu.

Nanang menjelaskan proses pencarian korban dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Brantas dengan melibatkan sejumlah potensi SAR.

Setelah ditemukan, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa ke darat dan selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Srengat, Kabupaten Blitar, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut dari petugas berwenang.

Dia menambahkan kejadian orang terhanyut di Sungai Brantas juga menimpa Mustofa (45), warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Korban dilaporkan sebelumnya pergi mencari ikan di Sungai Brantas pada Selasa (19/2) pagi. Saat berada di sekitar aliran sungai, korban diduga terpeleset lalu jatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus deras.

Jenazahnya ditemukan tim SAR gabungan di lokasi yang berjarak sekitar 35 kilometer dari lokasi awal korban diduga tenggelam.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur SAR, di antaranya tim rescue Unit Siaga SAR Malang Raya, BPBD Kabupaten Blitar, dan tim lainnya.

"Penemuan tersebut mengakhiri rangkaian operasi SAR yang dilakukan sejak laporan kejadian diterima oleh petugas," kata dia.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026