Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Mustofa (45) warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang dilaporkan hanyut di Sungai Brantas saat mencari ikan mabuk atau pladu, Selasa.
Komandan Tim Operasi SAR Basarnas Trenggalek, Nuryono mengatakan, korban diketahui berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB menuju Sungai Brantas di wilayah Desa Bendosari usai pintu Bendungan Lodoyo di Blitar dibuka.
"Saat berangkat korban pamit kepada keluarga sambil membawa karung ikan menuju Sungai Brantas," kata Nuryono.
Sekitar pukul 07.00 WIB, seorang warga melihat korban terpeleset saat berada di tepi sungai dengan arus cukup deras. Korban kemudian diduga hanyut terbawa aliran Sungai Brantas.
Mengetahui kejadian itu, warga langsung melapor ke Polsek Ngantru yang kemudian diteruskan ke Basarnas Trenggalek.
Mendapat laporan tersebut, Basarnas Trenggalek bersama BPBD Tulungagung, Damkar Tulungagung, dan relawan SAR langsung bergerak melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Pencarian dilakukan menggunakan dua perahu karet dengan menyisir aliran Sungai Brantas sejauh kurang lebih tiga kilometer dari titik korban dilaporkan hanyut hingga kawasan Jembatan Ngujang I Tulungagung.
Selain penyisiran di sungai, warga juga turut melakukan pemantauan di sepanjang bantaran Sungai Brantas untuk mengantisipasi apabila korban muncul ke permukaan.
"Kami melakukan pencarian bersama tim gabungan hingga radius sekitar tiga kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut," ujarnya.
Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya apabila korban belum ditemukan.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026