Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meluncurkan layanan hotline Lapor Cak Eri melalui WhatsApp di nomor 0811338884 khusus pesan dan tidak melayani panggilan guna menerima partisipasi aktif dari masyarakat untuk meningkatkan layanan publik.
Eri Cahyadi di Surabaya, Selasa, menjelaskan layanan ini menjadi sarana untuk memantau secara langsung efektivitas sistem pengaduan yang selama ini berjalan sekaligus memastikan permasalahan warga di tingkat kampung tertangani dengan baik.
"Dulu, tiga tahun lalu, saya membuka Wadul Warga, lalu melakukan evaluasi percepatan penanganan masalah. Dari pengalaman itu, sekarang kita hadirkan program satu aparatur sipil negara (ASN) satu RW agar setiap persoalan bisa ditangani lebih cepat," ujarnya.
Ia mengatakan, melalui konsep Kampung Pancasila berbagai persoalan di tingkat RW mulai dari stunting, fasilitas umum, hingga lansia telantar, dapat dipantau secara menyeluruh sehingga penanganannya lebih tepat sasaran.
"Hotline ini berfungsi untuk memantau sistem yang sudah dibangun, seperti ASN pendamping, aplikasi Wargaku, dan layanan pengaduan lainnya. Dari sini bisa diketahui apakah sistem berjalan efektif atau tidak," ujarnya.
Menurutnya, skema ini juga dirancang untuk mempercepat penanganan di tingkat RW melalui penempatan satu ASN di setiap wilayah.
"Melalui Kampung Pancasila dengan satu ASN satu RW, setiap permasalahan di wilayah harus memiliki penyelesaian yang jelas. Jika belum tuntas, harus ada target waktu penyelesaiannya," katanya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan, apabila suatu persoalan membutuhkan keputusan kepala daerah, maka kebijakan akan segera diambil serta diharapkan mampu mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
"Hotline ini saya pegang langsung untuk memastikan persoalan di RW tertangani. Jika membutuhkan kebijakan, harus segera diputuskan sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat," ujarnya.
Tak hanya sebagai kanal aduan, kata dia, hotline ini juga menjadi instrumen evaluasi kinerja. Wali Kota Eri menggunakannya untuk mengukur kecepatan respons serta efektivitas birokrasi di lingkungan Pemkot Surabaya.
"Surabaya maju atau tidak, ditentukan oleh kecepatan pemerintah dalam menyelesaikan masalah," tuturnya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026