Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) Abdul Mu'ti mengingatkan konsep pendidikan metode Among yang digagas Ki Hajar Dewantara, yang menekankan pendekatan momong, among, dan ngemong dalam membentuk karakter generasi.
"Konsep ini relevan diterapkan dalam pengelolaan masjid sebagai ruang pembinaan generasi," katanya saat menghadiri acara peresmian Masjid Al-Huda Muhammadiyah di Burneh, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat.
Dengan pendekatan ini, katanya, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual semata, akan tetapi juga bisa menjadi pusat pembelajaran dan pembentukan nilai.
Menurut Mu'ti, bahwa masjid harus menjadi ruang yang hidup dan produktif, karena banyak masjid yang berdiri megah di sejumlah daerah, akan tetapi belum bisa dimanfaatkan secara optimal.
"Jadi, masjid harus makmur dan memakmurkan. Masjid adalah pusat kebudayaan dan pendidikan," katanya.
Peresmian Masjid Al-Huda Muhammadiyah di Burneh, Bangkalan yang dirangkai dengan silaturrahmi akbar ini juga dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Moh Fauzan Ja'far, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Sukadiono, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Prof. Safi’, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.
Menurut Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangkalan Rik Suhadi, kegiatan bertajuk 'Menghidupkan Fungsi Masjid di Tengah Masyarakat Modern' itu sebagai upaya penguatan peran masjid sebagai pusat pendidikan dan peradaban umat.
"Peresmian Masjid Al-Huda Burneh, Bangkalan ini juga menjadi penanda penting penguatan peran masjid di Bangkalan. Sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan masjid sebagai motor penggerak pendidikan dan kemajuan sosial di tingkat lokal," katanya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026