Teheran mengecualikan sejumlah negara, termasuk Rusia, atas biaya transit di Selat Hormuz, kata Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali kepada RIA Novosti.
Wakil Ketua Pertama Parlemen Iran, Hamid Reza Haji Babaei, Kamis (23/4) mengatakan Iran telah menerima pendapatan dari biaya penyeberangan Selat Hormuz untuk pertama kalinya, lewat dana yang ditransfer ke bank sentral negara tersebut.
"Saat ini kami memberikan pengecualian bagi sejumlah negara, tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Namun, Kementerian Luar Negeri kami saat ini sedang berupaya untuk menerapkan pengecualian bagi negara-negara sahabat, termasuk Rusia," kata Dubes Kazem Jalali ketika ditanya apakah Iran memberikan pengecualian terhadap tarif Selat Hormuz.
Iran mengumumkan rencana penerapan tarif menyusul serangan bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel, dengan alasan untuk biaya pengamanan Selat Hormuz. Iran kini telah menutup Selat Hormuz hingga blokade angkatan laut AS sepenuhnya dicabut.
Agresi AS dan Israel terhadap Iran secara efektif telah memblokir Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Kondisi itu juga berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026