Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur membantu pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dari Malaysia ke daerah itu.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sumenep Eko Kurnia Mediantoro di Sumenep, Senin, menjelaskan PMI yang dipulangkan paksa oleh pemerintah Malaysia karena diketahui ilegal itu berinisial N, berasal dari Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Sumenep.

"Informasi tentang adanya warga Sumenep yang dipulangkan paksa karena tinggal di Malaysia sebagai tenaga kerja, akan tetapi non-prosedural itu, dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur," katanya.

Disnaker Sumenep langsung mempersiapkan penjemputan dan membantu pemulangan PMI itu ke Bandara Juanda Surabaya.

Tim Pemkab Sumenep selanjutnya mengantar yang bersangkutan ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep untuk dipulangkan ke desa asalnya di Kepulauan Kangean.

Ia mengatakan berdasarkan pengakuan PMI itu, yang bersangkutan berangkat ke Malaysia untuk bekerja melalui seorang perantara.

Warga kepulauan ini berangka ke Malaysia dengan menggunakan visa kunjungan dan selama di Malaysia tinggal berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, hingga akhirnya terjaring razia polisi setempat dan dipulangkan ke Indonesia.

"Pernah yang bersangkutan ini tinggal di hutan, untuk menghindari razia petugas, seperti yang disampaikan kepada kami," katanya.

Ia meminta masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri sebagai PMI melalui jalur legal.

Sebab, katanya, selain lebih aman juga lebih terjamin dan mendapatkan perlindungan dari perusahaan jasa penyalur tenaga kerja.

"Kalau pun ada masalah, pemerintah juga segera mengetahui sehingga penanganan dan perlindungan oleh pemerintah Indonesia terhadap pekerja di sana, akan lebih maksimal," katanya.

Berdasarkan data Disnaker Pemkab Sumenep, sejak awal 2026 sudah ada lima PMI berasal dari Sumenep yang dipulangkan dari luar negeri akibat berangkat secara non-prosedural.

Mereka bekerja di sejumlah negara, seperti Thailand, Turki, Qatar, Arab Saudi, dan Malaysia.

"Mereka itu berasal dari Kecamatan Gili Genting, Sapeken, Kota Sumenep, Rubaru, dan Arjasa," kata Eko Kurnia Mediantoro.

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026