Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Tinur memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran 2025.

"Hasil pengecekan menunjukkan stok BBM di wilayah Lumajang masih stabil dan tidak mengalami kendala distribusi," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati di kabupaten setempat, Senin.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan di tengah bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Saya sudah cek tadi sore, stok BBM di Lumajang masih aman. Jadi masyarakat tidak perlu panic buying, tidak perlu membeli secara berlebihan, cukup sesuai kebutuhan," ujarnya.

Ia menjelaskan partisipasi masyarakat untuk tetap membeli BBM dan elpiji secara bijak menjadi kunci menjaga stabilitas distribusi, sehingga dengan konsumsi yang wajar dan sesuai kebutuhan, maka pasokan energi dapat tetap merata dan terjaga bagi seluruh masyarakat.

"Pemkab Lumajang optimistis stabilitas pasokan energi yang terjaga akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah di tengah dinamika kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan hingga saat ini pemerintah daerah juga belum menerima informasi dari pemerintah pusat terkait adanya gangguan distribusi BBM ke daerah, sehingga pasokan energi untuk masyarakat dipastikan tetap berjalan normal.

Selain BBM, lanjut dia, pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan elpiji di Lumajang masih mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat. Hasil pemantauan menunjukkan distribusi elpiji masih berlangsung lancar sehingga tidak terdapat indikasi kelangkaan di tingkat konsumen.

"Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan rantai distribusi energi berjalan stabil. Pemantauan juga dilakukan secara berkala agar potensi gangguan pasokan dapat diantisipasi lebih dini," katanya.

Bupati Indah Amperawati mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang dapat memicu kekhawatiran terkait ketersediaan energi.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026