Pembangunan markas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat untuk satuan baru Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 886 Panjalu Jayati di Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, Jawa Timur, ditarget rampung akhir 2026.

Komandan Yonif TP 886 Panjalu Jayati, Mohammad Isa, Kamis, mengatakan pembangunan markas batalion yang baru berdiri sekitar tiga bulan itu saat ini masih mencapai sekitar tujuh persen.

"Pada tahap awal pembangunan meliputi rumah jaga, markas batalion, barak prajurit, beberapa kantor kompi serta unit perumahan," katanya.

Karena fasilitas utama belum selesai dibangun, para prajurit untuk sementara masih menempati tenda-tenda di kawasan 'marshalling area' sebagai tempat tinggal, dapur lapangan hingga ruang aktivitas harian.

Ia menjelaskan struktur utama batalyon terdiri atas tiga Kompi Senapan, satu Kompi Bantuan dan satu Kompi Markas.

Selain itu, sebagai satuan teritorial pembangunan, batalion ini juga memiliki empat kompi tambahan yang berfokus pada kegiatan produktif masyarakat.

Empat kompi tersebut yakni Kompi Peternakan, Kompi Pertanian, Kompi Konstruksi dan Kompi Kesehatan.

Menurut Isa, kompi-kompi tersebut mulai menjalankan sejumlah kegiatan yang mendukung program ketahanan pangan dan pelayanan sosial kepada masyarakat sekitar.

Kompi Pertanian misalnya telah menanam jagung di lahan sekitar 15 hektare serta menyiapkan area budidaya tebu untuk mendukung program swasembada gula nasional. Sementara Kompi Peternakan mulai mengembangkan budidaya ikan lele.

Adapun Kompi Kesehatan juga telah melakukan pelayanan pengobatan bagi warga di desa sekitar wilayah Kecamatan Pucanglaban dan Kalidawir.

"Kompi pertanian sudah memproduksi jagung, kompi peternakan membudidayakan ikan lele. Semua ini bisa dikerjakan bersama masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan pangan," ujarnya.

Ke depan, Kompi Konstruksi akan diperkuat dengan sejumlah alat berat yang menjadi inventaris batalion.
Peralatan tersebut direncanakan digunakan untuk membantu pembangunan infrastruktur masyarakat seperti jalan desa maupun fasilitas umum.

Secara keseluruhan, area yang digunakan untuk pembangunan batalyon mencapai sekitar 60 hektare. Sementara total lahan milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di kawasan tersebut tercatat lebih dari 1.500 hektare.

Saat ini jumlah personel yang sudah bergabung dalam satuan tersebut mencapai 651 prajurit dari unsur tamtama, bintara hingga perwira. Kapasitas penuh batalyon nantinya diproyeksikan mencapai sekitar 1.190 personel.

Dalam proses pembangunan, satuan ini sempat menghadapi kendala ketersediaan air bersih karena lokasi markas berada di kawasan perbukitan. Namun permasalahan itu mulai teratasi setelah adanya dukungan dari pemerintah daerah.

"Setelah kami berkoordinasi dengan Bupati Tulungagung, dalam satu hingga dua minggu ke depan masalah air bersih diharapkan bisa sepenuhnya teratasi," kata Isa.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026